DetikNews
Jumat 16 September 2016, 12:03 WIB

Cerita dari SMP Terpencil di Jateng: Medannya Ekstrem, Honor 'Guru' Rp 300 Ribu

Robby Bernardi - detikNews
Cerita dari SMP Terpencil di Jateng: Medannya Ekstrem, Honor Guru Rp 300 Ribu Foto: Robby Bernardi/detikcom
Batang - Jawa Tengah (Jateng) dan DKI Jakarta, pusat pemerintahan dan bisnis, bertetangga. Namun bukan berarti akses selalu bagus. Di Jateng, ada sekolah terpencil. Hanya bisa ditempuh dengan berjalan kaki naik turun bukit.

SMPN 4 Bawang berlokasi di punggung pengunungan Dieng, ujung selatan Kabupaten Batang. Tepatnya di Dusun Sigemblong, Desa Pranten, Kecamatan Bawang. Tak ada akses kendaraan untuk mencapai ke sana.

Foto: Robby Bernardi/detikcomFoto: Robby Bernardi/detikcom

Permukiman terdekat adalah Desa Pranten. Di situlah, para guru memarkir kendaraan dan menunggu teman sesama profesi untuk berjalan kaki menyeberangi 2 bukit. Tak masalah saat cuaca cerah. Kadang kabut turun, sehingga jarak pandang terbatas.

"Takutnya kalau hujan turun atau berkabut. Mata saya kurang jelas (minus). Ketar-ketir juga saat menuruni bukit seperti itu," kata Evaliana Nur Aisyah, honorer SMPN 4 Bawang, Kamis (15/9/2016).

Foto: Robby Bernardi/detikcomFoto: Robby Bernardi/detikcom

Sekolah bantuan hibah Pemerintah Australia ini dibangun 2 tahun lalu. Tujuannya, agar anak-anak di perbukitan itu bisa melanjutkan sekolah. Sebelumnya, lulusan SD Pranten 1, SD Pranten 2, SD Pranten 3 dan SD Bintoro Mulyo, tidak dapat melanjutkan pendidikan karena lokasi SMP jauh dan aksesnya sulit.

SMPN 4 Bawang memiliki 15 'pengelola'. Terdiri dari 11 tenaga pengajar dan 4 karyawan. Hanya ada 1 PNS, yakni kepala sekolah yang merangkap tenaga pengajar, Mustagfirin.

Evaliana Nur Aisyah termasuk tenaga honorer. Ia dan teman-teman 'digaji' Rp 300 ribu per bulan. Terasa tidak sepadan dengan perjuangan mereka ke sekolah. Namun mereka mengaku ikhlas.

"Nggak apa-apa (diberi honor Rp 300 ribu). Semangat anak-anak lah yang membuat kami harus kerja nyata," tutur Evaliana.

Foto: Robby Bernardi/detikcomFoto: Robby Bernardi/detikcom

Pengelola SMPN 4 Bawang dan warga berharap pemerintah turun tangan. Perlu ada akses jalan ke sekolah dan desa sekitar. Agar semangat anak-anak dan guru terus dan lebih berkobar.
(trw/trw)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed