Evaluasi Ganjil-genap, Ahok: Lebih Baik Dibandingkan 3 in 1

Evaluasi Ganjil-genap, Ahok: Lebih Baik Dibandingkan 3 in 1

Danu Damarjati - detikNews
Jumat, 26 Agu 2016 16:07 WIB
Uji coba ganjil-genap di kawasan Monas (Foto: Muhamad Damar Wicaksono/detikcom)
Uji coba ganjil-genap di kawasan Monas (Foto: Muhamad Damar Wicaksono/detikcom)
Jakarta - Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengakui uji coba ganjil-genap ternyata efektif mengurangi kemacetan di Jakarta. Efektivitas sistem pembatasan lalu lintas berdasarkan nomor polisi ini lebih baik dibandingkan sistem 3 in 1 yang pernah diterapkan.

"Ganjil genap lebih baik dari 3 in 1," kata Ahok di Pasar Pesanggrahan, Jl Garuda, Jakarta Selatan, Jumat (26/8/2016).

Namun sebaik-baiknya sistem ganjil-genap, tetap saja sistem ini tak akan diterapkan selamanya. Bila sistem jalan berbayar (electronic road pricing/ERP) nantinya diterapkan, maka sistem ganjil-genap akan dihentikan. ERP sendiri kini masih dalam tahap lelang.

"Tapi tetap bila ERP-nya jalan, maka enggak ada ganjil-genap," kata Ahok.

Kini masyarakat Jakarta harus bersiap menghadapi peraturan baru. Mulai 30 Agustus nanti, akan diberlakukan kembali sistem ganjil-genap dan pengguna jalan harus mematuhi aturan ini. Kalau tidak, maka bisa ditilang polisi.

"Evaluasi hasilnya baik. Mulai tanggal 30 Agustus, kamu ditilang (bila melanggar sistem ganjil-genap)," kata Ahok.

Baca Juga:Ini Alasan Polisi Perpanjang Peraturan Ganjil-Genap Hingga 30 Agustus
https://news.detik.com/berita/3284342/berdampak-positif-ini-alasan-lain-diterapkannya-ganjil-genap-30-agustus (dnu/slh)