DetikNews
Kamis 18 Agustus 2016, 16:38 WIB

Cerita Kepsek di NTT yang Harus Seberangi 4 Sungai untuk Bertemu Jokowi

Bagus Prihantoro Nugroho - detikNews
Cerita Kepsek di NTT yang Harus Seberangi 4 Sungai untuk Bertemu Jokowi Foto: Presiden Jokowi dan Kepsek dari NTT/ Bagus detikcom
Jakarta - Presiden Jokowi mengundang orang-orang berprestasi untuk makan siang bersama di Istana. Jokowi lalu meminta undangan yang berasal dari daerah terpencil untuk maju.

Awalnya ada beberapa orang yang mengangkat tangan. Lalu Jokowi menunjuk seorang pria yang berasal dari Timor Tengah Selatan (TTS), NTT.

"Coba kamu cerita, dari Atambua ke tempatmu berapa lama?" tanya Jokowi di Istana Negara, Jl Veteran, Jakarta Pusat, Kamis (18/8/2016).

Pria itu bernama Absalam yang berprofesi sebagai Kepala Sekolah. Lokasi sekolah tempat dia bekerja rupanya jauh dari Ibukota Kabupaten.

"Dari Atambua ke Ibukota Kabupaten itu sekitar 8 jam dengan mobil, lalu dari Ibukota Kabupaten ke Ibukota Kecamatan juga 8 jam dengan mobil, lalu dari sana kalau musim kemarau ke sekolah saya itu 10 jam naik motor," tutur Absalam.

Jokowi dan Absalam/ Bagus detikcom


Absalam pun sehari-hari tinggal di kompleks sekolah agar kinerjanya tak terganggu jarak dan waktu tempuh. Sementara bangunan sekolah tempat dia mengabdi itu baru dua ruang kelas yang permanen, sisanya masih semi permanen.

"Tadi kan katanya kalau kemarau itu 10 jam naik motor, kalau musim hujan memangnya berapa lama?" tanya Jokowi kemudian.

"Kebetulan sekolah saya diapit empat sungai besar, kalau musim hujan saya tak bisa lewat sepeda motor tapi jalan kaki sampai tiga-empat hari. Saya bermalam 2 malam. Ketika sungai surut baru orang bisa seberangkan saya," jawab Absalam.

Jokowi lalu geleng-geleng mendengar cerita Absalam. Dia kemudian menjanjikan pembangunan infrastruktur yang merata hingga ke pelosok daerah.

"Bisa bayangkan ya negara kita luas. Beliau berprestasi dan dengan rasa optimis, kadang-kadang saya juga sedih ada keluhan yang kelihatannya berat sekali. Kita harus yakini bahwa setiap tantangan ada jalan keluarnya. Oleh sebab itu kenapa sekarang ini infrastruktur jadi prioritas," ungkap Jokowi.
(bag/rvk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed