DetikNews
Minggu 07 Agustus 2016, 17:45 WIB

Bupati Yoyok Ajak Warga Desa Berinovasi Mendirikan Badan Usaha Milik Desa

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Bupati Yoyok Ajak Warga Desa Berinovasi Mendirikan Badan Usaha Milik Desa Bupati Batang Yoyok Riyo Sudibyo (Foto: Ari Saputra)
Batang - Kabupaten Batang kini sedang merintis pendirian Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di seluruh desa. Inisiatif tersebut merupakan strategi Bupati Batang Yoyok Riyo Sudibyo untuk mendorong partisipasi dan inovasi warga desa agar lebih mandiri.

"UU Desa akan membawa banyak uang ke desa. Sayang sekali jika tidak digunakan untuk membangun sesuatu yang memiliki dampak ekonomi berkelanjutan. Seluruh warga dapat menikmati. Warga harus mampu melangkah bersama selesaikan masalah perut dan kantong," ujar Yoyok Riyo Sudibyo dalam keterangannya, Minggu (7/8/2016).

Ia menjelaskan, Konsep BUMDes yang sedang sangat fokus pada partisipasi warga. Dengan modal yang dimiliki, setiap BUMDes bisa mengelola proyek-proyek pembangunan desa. Selain itu, warga juga dapat memanfaatkan pinjaman modal dengan bunga ringan. Yoyok yakin strategi ini dapat mengurangi ketergantungan masyarakat desa pada rentenir, bahkan perbankan.

"Lembaga ini harus lahir dari masyarakat. Kalau satu dari seribu warga desa menyetor Rp 10 ribu per minggu saja, setiap BUMDes sudah punya simpanan Rp 40 juta setiap bulan," lanjut Yoyok Riyo.

Tidak hanya sampai di situ, Yoyok juga sudah membangun komunikasi dengan beberapa perusahaan start-up untuk membantu pemasaran produk masyarakat desa. Kerja sama ini juga nantinya akan jadi bagian dari sistem yang sedang dibangun.

"Untuk membuat perut warga kenyang, kita tidak bisa hanya mengandalkan investasi dari korporasi besar dan menempatkan warga sebagai pekerja yang pasrah menunggu gaji bulanan. Warga hingga tingkat terkecil harus terus dibantu berinovasi," pungkas Yoyok Riyo.

Ia menambahkan, model serupa bisa diterapkan di kelurahan di kota-kota besar, terutama di perkampungan miskin.

"Coba bayangkan kalau sistem itu diterapkan di setiap kelurahan di kota besar. Ada berapa banyak usaha kecil yang dapat lebih terangkat," tutup peraih Bung Hatta Anti-Corruption Award itu.

Kendati demikian, Yoyok mengingatkan bahwa elemen penting dari pendirian BUMDes adalah transparansi. Pasalnya apabila tradisi transparansi tidak dibangun, maka BUMDes akan bernasib sama dengan jutaan Koperasi Unit Desa (KUD) di Indonesia, yang bangkrut akibat praktik korupsi dan spekulasi.


(alg/dnu)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed