DetikNews
Rabu 29 Juni 2016, 22:11 WIB

Ini Alasan Bareskrim Polri Tidak Sebut Nama RS Pengguna Vaksin Palsu

Edward Febriyatri Kusuma - detikNews
Ini Alasan Bareskrim Polri Tidak Sebut Nama RS Pengguna Vaksin Palsu Kabareskrim Ari Dono (Foto: Idham Khalid)
Jakarta - Bareskrim Polri masih menyelidiki rumah sakit pengguna vaksin palsu. Pihaknya enggan membeberkan nama rumah sakit dengan alasan tidak ingin membuat gaduh masyarakat.

"Vaksin ini masih kegiatan penyidikan beberapa ada yang bisa dibuka dan ada juga yang masih harus kita dalami. Sekarang (vaksin palsu) lari ke mana? Kalau dibuka nanti barangnya hilang, kita tidak dapat cari. Ini masih proses audit untuk menghitung jumlah produksi berapa, kemampuan mesin dengan jumlah orang segitu bisa produksi berapa? Ini masih kita dalami," ujar Kabareskrim Irjen Ari Dono di kantornya, Rabu (29/6/2016).

"Kalau dibuka rumah sakitnya, nanti kita tidak dapat barangnya," sambungnya.

Ari mengatakan dari hasil pemeriksaan didapati beberapa nama rumah sakit pengguna vaksin palsu. Bahkan jaringan peredaran sudah sampai ke luar ibu kota DKI Jakarta.

"Jadi ini harus kita kejar, dari beberapa sudah didapati. Tinggal mengemasnya supaya barang-barang (vaksin palsu) itu bisa didapat dan tidak bisa digunakan," paparnya.

Para pelaku kata Ari telah belasan tahun memproduksi vaksin palsu. Untuk kandungan vaksin itu sendiri masih dalam pemeriksaan forensik.

"Masyarakat kita sudah pandai (kandungan vaksin palsu barang bekas). Tinggal teman-teman yang bisa mengolah kata, yang bisa saya jelaskan penegakan hukum tidak boleh timbul kegaduhan dan keresahan. Mudah-mudahan dari Kemenkes nanti bisa jelaskan setelah hasil forensik dan laboratorium isi kandungannya. Mudah-mudahan tidak terlalu berbahaya," pungkasnya.
(edo/imk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed