DetikNews
Rabu 22 Juni 2016, 17:42 WIB

Panasnya Pilgub DKI

Teman Ahok: Ada Politisasi Barisan Sakit Hati

Yulida Medistiara - detikNews
Teman Ahok: Ada Politisasi Barisan Sakit Hati Foto: Yulida/detikcom
Jakarta - Teman Ahok menjawab semua tudingan miring yang dilontarkan eks relawannya. Mereka menyebut ada upaya politisasi barisan sakit hati.

Setelah pernyataan keras yang disampaikan oleh eks relawan Teman Ahok, Teman Ahok menggelar konferensi pers. Mereka meluruskan semua tudingan eks relawan yang mengkritik soal transparansi anggaran sampai isu manipulasi pengumpulan KTP dukungan untuk Ahok.

Baca juga: Inilah Luapan Kekecewaan Eks Relawan Teman Ahok

"Entah kebetulan entah tidak, semua serangan mulai gencar ketika Teman Ahok akhirnya mencapai 1 juta KTP. Dan entah kebetulan juga, metode pembusukannya dilakukan 'seolah-olah' dari dalam. Orang yang pernah bersentuhan dengan kita, namun kemudian tersingkir dalam gerakan, tiba-tiba datang dan menggembosi gerakan. Padahal mereka, barisan sakit hati ini, tidak tahu banyak tentang gerakan karena hanya bergabung di awal, ketahuan melanggar, dan tidak tahu perkembangan. Tapi mungkin mereka berhasil menemukan pihak yang berkepentingan yang mau memfasilitasi mereka, dan mereka bersedia dipolitisasi," kata juru bicara Teman Ahok, Amalia Ayuningtyas, melalui siaran pers yang dimuat di website Teman Ahok, Rabu (22/6/2016).

Serangan dari eks relawan Teman Ahok, bagi Amalia, tidaklah mengagetkan. Karena lebih pagi lagi sebelum acara tersebut berlangsung, salah satu penanggung jawab (PJ) posko sudah datang tergopoh ke markas untuk memberitahu hal tersebut. Dia mengaku ditekan secara sosial, namun akhirnya lebih memilih membocorkan adanya gerakan tersebut, sekaligus meminta perlindungan dengan merahasiakan namanya.

"Menurutnya, memang ada sebuah gerakan dari sebuah ormas untuk mengumpulkan orang yang tersingkir di Teman Ahok dan memfasilitasi mereka untuk membuat pertemuan pers. Data-data dan perhitungan dibuat langsung oleh pengurus ormas yang bersangkutan, dengan keterangan terbatas dari orang-orang yang sudah dikeluarkan dari struktur. Kita langsung "ngeh" bahwa ini adalah hal yang dijanjikan oleh seorang politisi pada malam sebelumnya di sebuah acara televisi. Pada akhirnya, Teman Ahok masih sempat untuk ikut datang ke acara tersebut untuk melihat apa yang terjadi secara langsung," kata Amalia.

Berikut adalah tudingan dari eks relawan yang langsung diklarifikasi oleh Teman Ahok:

1. Siapakah orang-orang ini, benarkah mereka relawan Teman Ahok? Benarkah mereka digaji?

Sebelum menjawab hal tersebut, kita jelaskan Posko Teman Ahok. Selain booth Teman Ahok (yang tugas utamanya menjual merchandise), dan Posko Partisipasi (yang dibentuk dan dibiayai sendiri oleh warga, dan jumlah dari posko inilah yang paling banyak), Teman Ahok juga mempunyai posko Teman Ahok.

Posko Teman Ahok adalah posko yang dibentuk sendiri oleh Teman Ahok untuk menyasar wilayah yang padat penduduk dan golongan masyarakat menengah ke bawah. Posko ini dibentuk dan dibiayai oleh Teman Ahok. Karena untuk kalangan bawah, dan mereka tak punya biaya namun bersedia mengumpulkan KTP, Posko ini dipinjami printer (untuk fotokopi KTP), HP untuk koordinasi dan tentu saja dana operasional mingguan. Dana operasional sebagai pengganti transportasi diberikan selama dia memenuhi target yang diberikan. Pengganti ini wajar, karena sebagai masyarakat bawah kami paham mereka harus bolak-balik ke Pejaten dan untuk bergerak ke masyarakat.

Target ini diberikan, agar pergerakan menjadi maksimal. Teman Ahok tidak bisa memberikan fasilitas bahkan dana operasional, jika mereka tak mampu mendapatkan target. Akan tidak adil, jika Posko santai-santai tidak ditarget, Sementara relawan lain yang jualan merchandise berjibaku mencari uang untuk memberikan fasilitas kepada mereka. Jika tidak tercapai target, bisa karena KTP di wilayah memang bukan basis Ahok dan wilayah tersebut sudah jenuh, maka kami akan memindahkan fasilitas ke wilayah lain yang masih bisa mengumpulkan KTP.

Begitupun jika mereka ketahuan berbuat curang, mereka akan diberikan peringatan untuk berubah. Jika tidak berubah, mereka akan dikeluarkan dari sistem dan posko tersebut ditutup. Tentu semua fasilitas harus dicabut, printer dan HP, karena harus dipakai di tempat lain yang akan dibuka.

Nah, Sebagian besar mereka yang melakukan konferensi pers tadi pagi (selanjutnya kami menyebut dengan Pak Richard cs) adalah orang yang sudah dikeluarkan dari struktur karena ketahuan berbuat curang dalam pengumpulan KTP via Posko Teman Ahok. Mulai dari pemalsuan tanda tangan, mengarang nomor HP dan lainnya. Ini semua terkonfirmasi karena Teman Ahok memiliki sistem verifikasi sebelum KTP dikumpulkan. Petugas di Markas Pusat akan memperhatikan keanehan di tanda tangan, dan nomor HP. Dan secara random akan mengecek nomor HP dikonfirmasi, dan menelepon tanda tangan yang dicurigai. Semua formulir akan ditandai dan diberi kode, sehingga kita bisa tahu dari posko mana formulir ini berasal, dan setiap itu ada bukti tanda terima. Untuk yang ketahuan curang, KTP MEREKA TIDAK AKAN DIHITUNG DAN AKHIRNYA KITA KELUARKAN.

Namun memang tidak selamanya sistem kita berhasil. Kami juga mengaku kecolongan. Dalam acara (jumpa pers-red) Pak Richard cs, kami juga melihat ada beberapa PJ posko aktif yang datang, namun memang tidak bicara banyak. Mungkin ada hubungan solidaritas, karena setelah dicek Posko tersebut, formulirnya bisa dikonfirmasi. Meski jumlahnya tidak sampai ribuan, kami akan cek lebih lanjut KTP yang dikumpulkan oleh Posko Aktif dari Pak Richard cs.

2. Sistem Kerja Teman Ahok adalah Perusahaan, bukan Relawan

Teman Ahok merasa tudingan bahwa kita adalah sebuah 'perusahaan' ketimbang sebuah gerakan relawan adalah Sebuah Pujian. Teman Ahok memang bukan sebuah gerakan relawan yang menghabiskan uang. Tidak zamannya lagi, dan memberi efek buruk.

Dari awal mendirikan Teman Ahok kita sepakat untuk bersikap profesional dalam kerja mengumpulkan KTP dan mengelola keuangan. Teman Ahok memiliki pemasukan dari merchandise untuk operasional, dan bagi teman-teman yang bergerak di lapangan kami berusaha semampu mungkin untuk memberikan fasilitas. Kita harus mampu profesional sesuai dengan sosok Ahok yang kita usung, dan setiap orang wajib mempertanggungjawabkan fasilitas yang diberikan. Di poin bawah akan kita bahas lebih lanjut mengenai insentif atau gaji yang dituduhkan.


3. Katanya Teman Ahok Keluarkan Sampai Rp 12 Miliar?

Di sinilah letak fitnah yang lucu yang disampaikan oleh Pak Richard cs. Dari informasi yang kami terima ini bahkan dibuatkan oleh perkiraan ormas yang mempolitisasi mereka. Mari kita tengok sejenak, perkiraan mereka. Berikut penjelasan kami, yang kami konfirm dari data keuangan.

a. HONOR PJ POSKO. Honor tidak bisa dikali 153 tiap bulan, karena jumlah posko tidak selalu 153 posko. Di posko terdaftar juga tidak semua aktif di bulan tersebut. Bahkan ada waktu seperti Agustus dan September 2015, yang jumlah posko aktif hanya 15 dan 35 Posko. Dan tidak semua PJ Posko adalah orang yang "butuh uang" seperti Pak Richard cs. Ada juga yang tidak mau menerima dana operasional, karena akhirnya ada uang untuk operasional sendiri.

b. HONOR KOORDINATOR POSKO. Tidak semua Koordinator Posko mendapat honor, hanya mereka yang membutuhkan uang. Bahkan Koordinator Posko adalah orang yang mapan, kebanyakan hanya minta dibiayai jika mengumpulkan para PJ Posko untuk biaya makan dan meeting.

c. Biaya Distribusi Koran TA tidak bisa dikali 153, sesuai dengan kondisi di poin (a)

d. Biaya Cetak Koran TA semuanya ditanggung donatur yang mempunyai percetakan. Teman Ahok terima bersih dalam bentuk Koran jadi, jadi tidak ada aliran dana. Semua ini ada buktinya, dan para donatur juga bisa dikonfirmasi.

e. Pengadaan Printer, HP dan Laptpop sebagian dibeli dan sebagian pinjaman. Dan yang pasti ini aset. Dan tidak semua posko juga diberikan, karena mereka ada yang punya printer dan laptop sendiri, dan menolak HP karena HP yang kita berikan tidak lebih baik dari punya mereka.

f. Spanduk Posko, semua bukti ada, dan tidak 500 buah, kami tidak tahu dari mana perkalian mereka dapat.

g. Pengadaan seragam juga adalah donasi dalam bentuk barang. Kecuali ada dalam bentuk susulan.

Dari item-item keuangan yang mereka sebut dalam keuangan tersebut, kami bisa pastikan ini adalah karangan belaka untuk menjatuhkan Teman Ahok, dan menghilangkan harga satu juta KTP yang sudah terkumpul. Bisa juga ini merupakan pancingan untuk Teman Ahok mengeluarkan detail laporan keuangan untuk menjadi celah serangan berikutnya.

Teman Ahok belum mengeluarkan laporan keuangan untuk 2016. Di 2016 kita sangat fokus mengumpulkan KTP karena ada pengumpulan ulang. Teman Ahok tetap menjunjung transparansi dalam bentuk laporan keuangan. Laporan lengkap nanti akan kami berikan saat kami mendaftarkan Ahok-Heru sebagai calon independen. Semua akan dipertanggungjawabkan.

4. Terkait dengan pemalsuan KTP ini bisa dipidanakan (yang dilakukan oleh pihak Richard cs) kami mendukung para pemilik KTP yang dipalsukan untuk memperkarakan ini secara hukum. Ini di luar pengetahuan kami sebagai organisasi dan kami akan support dengan data-data yang dibutuhkan.



(van/nrl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed