DetikNews
Senin 20 Juni 2016, 19:35 WIB

Pesawat Latih yang Jatuh Menancap di Tambak Sempat Mati Mesin di Udara

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Pesawat Latih yang Jatuh Menancap di Tambak Sempat Mati Mesin di Udara Foto: Angling/detikcom
Demak - Pesawat latih jenis Cessna 178 yang jatuh di tambak Dukuh Tambakgojoyo, Desa Wedung, Kabupaten Demak, Jawa Tengah take off dari Bandara Ahmad Yani Semarang. Mesin ternyata sempat mengalami mati mesin di udara.

Dari informasi yang diperoleh detikcom dari keterangan pilot dan kopilot kepada kepolisian, pesawat take off dari Bandara Ahmad Yani dalam rangka latihan yang dilaksanakan oleh NFI (Nusa Flaying Internasional School) Jakarta pukul 12.00 WIB.

Ketika mencapai ketinggian 100 kaki mesin pesawat mengalami trouble atau mati. Saat itu pilot berusaha menghidupkan mesin di udara beberapa kali tetapi mesin pesawat tidak mau hidup sehingga pilot dan copilot mengambil keputusan untuk landing di area pertambakan untuk menghindari pemukiman.

"Pesawat sempat landing, namun karena posisi mendaratnya tidak sempurna, salah satu roda pesawat masuk ke air, pesawat tidak bisa menjaga keseimbangan sampai terbalik," kata Kapolsek Wedung, AKP Untung Supriyadi, Senin (20/6/2016).

Pesawat tersebut berusaha landing namun salah satu roda masuk ke air. Ekor pesawat pun terangkat ke atas sementara bagian depan tertahan sehingga posisi pesawat berhenti dalam kondisi moncong di dasar tambak, seperti menancap.

Saksi Sulistiawan (56) dan Hartono (57) melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Wedung. Dua orang yang berada di pesawat latih tersebut kemudian di evakuasi untuk mendapatkan pertolongan medis.

Pilot pesawat itu bernama Joshua Adolf Watimena (21) warga perum BSD RT 7 RW 1, Rawabuntu Serpong Tangerang mengalami luka lecet di tangan dan kaki. Sementara itu copilot bernama Boby Adhi (21) warga Perum Syaelendra Nomor 2, Jalan Tejosari Raya RT 05 RW 05, Gedawang, Semarang mengalami memar di kepala serta lecet di kaki dan tangan.

Foto: Angling AP/detikcom

Keduanya tidak mengalami luka serius dan mampu memberi keterangan di Mapolsek Wedung. Joshua mengatakan saat take off, mesin dalam kondisi baik dan tidak menyangka akan ada kendala saat penerbangan.

"Ketika berangkat kondisi mesin baik-baik saja dan tidak ada tanda-tanda kerusakan. Pas di udara mesinnya mati, kita mengandalkan angin untuk mencari areal pertambakan," kata Joshua.

Kapolres Demak, AKBP Heru Sutopo mengatakan anggotanya masih berada di lokasi sampai dilakukan evakuasi pesawat. Untuk saat ini penyebab pesawat tersebut jatuh masih dalam penyelidikan.

"Pesawat masih di lokasi dan dikoordinasikan untuk dilakukan evakuasi. Penyebab pesawat jatuh masih dalam lidik (penyelidikan)," tegas Heru.
(alg/try)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed