DetikNews
Kamis 16 Juni 2016, 14:58 WIB

T3 Ultimate Bandara Cengkareng

T3 Ultimate Bandara Soekarno-Hatta Penuh Sentuhan Seniman Ternama Indonesia

Maikel Jefriando - detikNews
T3 Ultimate Bandara Soekarno-Hatta Penuh Sentuhan Seniman Ternama Indonesia Foto: Benyamin Aris Nugroho, salah seorang arsitek Terminal 3 Ultimate (Foto: Maikel Jefriando/detikcom)
Jakarta - Bandara Udara (Bandara) Terminal 3 ultimate Soekarno - Hatta dalam waktu dekat akan resmi beroperasional. Berbagai persiapan serta simulasi telah dilakukan secepat mungkin oleh PT Angkasa Pura (AP) II.

Melihat sisi Terminal 3 Ultimate, ternyata tidak bisa hanya dipandang sebagai terminal pada umumnya. Sebagai gerbang utama Indonesia, Terminal 3 akan memberikan pengalaman dari sentuhan seni budaya.

Terminal 3 Ultimate Bandara Soekarno-Hatta siap dioperasikan. (Foto: Hasan Alhabsy/detikcom)


"Filosofi kita adalah people, adalah people, kemudian culture dan nature. Jadi bagaimana terminal 3 mampu mengejawantahkan dari filosofi itu," ungkap salah satu arsitek Terminal 3 Ultimate, Benyamin Aris Nugroho saat berbincang dengan detikcom di Bandara Soekarno-Hatta, Tanggerang, Kamis (16/6/2016).

Banyak cerita budaya Indonesia yang akan ditampilkan dalam terminal 3. AP II bekerjasama dengan beberapa seniman ternama dalam negeri dengan karya yang luar biasa.

"Kami akan bekolaborasi dengan beberapa seniman yang sudah mendunia dan pengalaman ini kami coba rangkum dengan AP II mulai dari pintu masuk Soekarno-Hatta sampai dengan gerbang keberangakatan terminal. Kami coba interaksi ini ingin kami jadikan pengalaman yang unik. Adalah pengalaman kebudayaan," paparnya.

Saat memasuki Bandara Soekarno-Hatta, penumpang akan disambut dengan Penjor karya Awan Simatupang. Ini merupakan tanda penyambutan yang penuh kemeriahan. Selanjutnya patung dua Burung Garuda karya Nyoman Nuarta dan patung Soekarno-Hatta.

Ornamen batik di counter check in


"Ini adalah pengalaman baru yang kami tambahkan," imbuhnya.

Sampai di terminal 3, akan tersedia karya monumental dari Pintor Sirait. Karya ini menggambar perempuan Bali yang tengah menari setinggi 17 meter. Masuk ke bagian dalam, pada sisi pelaporan penumpang (check in) mata penumpang akan dimanjakan dengan ukiran tradisional.

"Pintu check in, ada 6 line itu ada ukiran-ukiran yang diambil dari salah satu pulau. Jadi mencerminkan Kalimantan, Papua, Jawa, Sumatera Sulawesi dan Indonesia Timur," terangnya.

Kemudian menuju ruang tunggu penumpang, ada karya lukisan sepanjang 20 meter sebanyak 4 unit dari Sardono W Kusumo. Pada setiap pintu, terpampang foto-foto dari Jay Subiakto.

"Dia akan tampilkan Indonesia dalam sebuah experience. Dalam foto itu ada rangkaian pengalaman dari beliau keliling Indonesia dan diambil beberapa dan itu sangat unik," ujarnya.

"Dari foto itu ada barcode yang kalau di scan menggunakan ponsel akan mengeluarkan cerita. Jadi siapapun yang menikmati itu tidak hanya bertatapan, tapi berdialog," kata Benyamin.

Pada sisi kedatangan, ada area sepanjang 750 meter. Penumpang bisa menikmati berbagai karya seni temporer. Seperti karya dari Eko Nugroho, Tromarama, Angki Purbandono, Nur Salomo dan Eddi Prabandono.

"Eddi Prabandono seniman Yogya yang mengambil ide dari sebuah buntelan. Jadi sebagai suatu arti dari sebuah berpergian. Karena terminal dimaknai sebagai tempat berpindah," sebutnya.

Ide terbaik dari terminal ini datang dari Direktur Utama AP II Budi Karya Sumadi. Pada beberapa tempat, akan dipasang lukisan pada mobil dari Nasirun. Ada tiga mobil yang akan tersedia.

"Jadi Mercedes Bent dan Fiat lama. Itu nanti akan diletakkan di depan, di tengah dan di bawah. Maknanya bahwa terminal itu. Titik perpindahan dan interaksi antar moda. Di mana pindah dari moda satu ke moda yang lain," tukasnya.
(mkl/nwk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed