DetikNews
Senin 30 Mei 2016, 16:25 WIB

Kapolri: Jenazah Dua Kelompok Santoso Belum Diserahkan ke Keluarga

Nathania Riris M Tambunan - detikNews
Kapolri: Jenazah Dua Kelompok Santoso Belum Diserahkan ke Keluarga Foto: Nathania Riris Michico/detikcom
Jakarta - Kepala Kepolisian RI Jenderal Badrodin Haiti mengatakan pihaknya belum bisa menyerahkan jenazah dua anggota kelompok Santoso yang tewas pada Rabu (18/5/2016) kepada pihak keluarga. Tes DNA terhadap dua jenazah yang diduga Firman alias Aco alias Ikrima yang berasal dari Jawa, serta Yazid alias Taufik dari Malino, Poso, itu belum selesai dilakukan.

"Tadi pagi baru ada yang komplain kan yang meninggal 2 orang itu belum bisa diserahkan kepada keluarga, soalnya tes DNA nya belum selesai," kata Badrodin kepada wartawan usai menjadi pembicara di seminar tentang Terorisme di Gedung DPR, kompleks Senayan, Jakarta, Senin (30/5/2016).

Pasukan Satuan Tugas Tinombala gabungan TNI-Polri, kata Badrodin, terus memburu kelompok Santoso. Kepolisian RI telah menerjunkan pasukan elite dengan peralatan canggih untuk memburu kelompok Mujahidin Indonesia Timur pimpinan Santoso alias Abu Wardah ke Poso, Sulawesi Tengah. Bahkan pasukan elite dari Tentara Nasional Indonesia juga diterjunkan ke Poso.

Namun hingga kini Santoso dan kelompoknya tak kunjung berhasil dilumpuhkan. Santoso masih bersembunyi di tengah lebatnya hutan di Pegunungan Biru Sulawesi Tengah bersama 22 pengikutnya. Kepala Kepolisian RI Jenderal Badrodin Haiti mengatakan, perburuan kelompok Santoso terkendala oleh geografis dan penguasaan medan oleh pasukan Satuan Tugas Tinombala gabungan TNI/Polri.

"Saya sudah berkali-kali sampaikan, beberapa kali kerja sama dengan peralatan-peralatan yang kita anggap canggih dan turunkan tim terbaik, dan TNI juga turunkan tim terbaik. Tapi memang masih belum bisa, tentu masalah geografis, masalah penguasaan medan kan juga kendala," kata Badrodin.
(erd/tor)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed