DetikNews
Rabu 20 Apr 2016, 09:54 WIB

Membaca Grafik Putusan Artidjo Dkk yang Semakin Berat untuk Terdakwa Korupsi

Andi Saputra - detikNews
Membaca Grafik Putusan Artidjo Dkk yang Semakin Berat untuk Terdakwa Korupsi Hakim agung Artidjo Alkostar (dok.MA)
Jakarta - Tahun 2016 baru berjalan empat bulan. Tapi grafik putusan yang dijatuhkan Artidjo Alkostar dan koleganya menunjukkan grafik meningkat yaitu vonis yang dijatuhkan semakin berat untuk terdakwa korupsi.

Berikut statistis putusan Artidjo dkk dalam catatan detikcom, Rabu (20/4/2016):
Hakim agung khusus mengadili perkara korupsi, Porf Dr Abdul Latif

1. Prawoto
Prof Dr Ir Prawoto, M SAE terseret kasus pengadaan bus TransJakarta itu. Selaku Direktur Pusat Transportasi BPPT, ia dinilai menggunakan kewenangannya untuk memuluskan proyek yang merugikan negara puluhan miliar rupiah sehingga ia harus diadili.

Tuntutan: 6 tahun penjara.
Vonis Pengadilan Tipikor Jakarta: 18 bulan penjara.
Vonis Pengadilan Tinggi Jakarta : 3 tahun penjara.
Vonis kasasi : 8 tahun penjara (naik lima tahun dan dua tahun lebih tinggi dari tuntutan jaksa)
Majelis kasasi : Artidjo Alkostar, MS Lumme dan Abbdul Latief.
Panitera pengganti: Santhos Wahjoe Prijambodo.

2. Sutan Bhatoegana
Ketua Komisi VII DPR Sutan Bhatoegana ternyata memanfaatkan kedudukannya untuk mengeruk fulus mengisi pundi-pundi pribadi. Dengan jabatannya yang strategis, ia menerima pelicin dari Ketua SKK Migas Rudi Rubiandini, Sekjen Kementerian ESDM Wiryono Karyo hingga para pengusaha minyak. Sutan akhirnya duduk di kursi pesakitan.

Tuntutan : 11 tahun penjara
Vonis Pengadilan Tipikor Jakarta: 10 tahun penjara.
Vonis Pengadilan Tinggi Jakarta : 10 tahun penjara.
Vonis kasasi : 12 tahun penjara (naik satu tahun dan satu tahun lebih tinggi dari tuntutan jaksa)

Majelis kasasi : Artidjo Alkostar, MS Lumme dan Abbdul Latief.

3. dr Tunggul Parningotan Sihombing
dr Tunggul Parningotan Sihombing menjabat Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) untuk proyek vaksin flu burung senilai Rp 770 miliar tahun 2008-2010. Belakangan, proyek itu bernuansa koruptif dan dr Tunggul diseret ke pengadilan.

Tuntutan : 15 tahun penjara
Vonis Pengadilan Tipikor Jakarta: 10 tahun penjara.
Vonis Pengadilan Tinggi Jakarta : 10 tahun penjara.
Vonis kasasi : 18 tahun penjara (naik 8 tahun dan tiga tahun lebih tinggi dari tuntutan jaksa)

Majelis kasasi : Artidjo Alkostar, MS Lumme dan Abbdul Latief.

4. Iskandar Rasyid
Bendahara proyek double-double track jalur kereta api Bekasi-Cikarang, Iskandar Rasyid menyelewengkan puluhan miliar uang pembebasan tanah untuk proyek itu. Alhasil, Iskandar duduk di kursi pesakitan.

Tuntutan : 9 tahun penjara
Vonis Pengadilan Tipikor Jakarta: 6 tahun penjara.
Vonis Pengadilan Tinggi Jakarta : 9 tahun penjara.
Vonis kasasi : 15 tahun penjara (naik 6 tahun dan 6 tahun lebih tinggi dari tuntutan jaksa)

Majelis kasasi : Artidjo Alkostar, MS Lumme dan Abdul Latief.

5. Abdur Rouf
Ketua DPRD Bangkalan, Fuad Amin ditangkap usai kurirnya Abdur Rouf dibekuk KPK. Dari tangan Rouf didapati segepok uang daru Antonius Bambang Djatmiko. Terbongkarlah kekayaan Fuad Amin dari hasil kejahatan yang mencapai Rp 250 miliar. Rouf lalu diadili untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Tuntutan : 4 tahun penjara
Vonis Pengadilan Tipikor Jakarta: 2 tahun penjara.
Vonis Pengadilan Tinggi Jakarta : 2 tahun penjara.
Vonis kasasi : 5 tahun penjara (naik 3 tahun dan 1 tahun lebih tinggi dari tuntutan jaksa)

Majelis kasasi : Artidjo Alkostar, MS Lumme dan Abdul Latief.

6. Antonius Bambang Djatmiko
Antonius menyuap Fuad Amin lewat Rouf. Antonius mau tidak mau harus diadili guna mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Tuntutan : 3 tahun penjara
Vonis Pengadilan Tipikor Jakarta: 2 tahun penjara.
Vonis Pengadilan Tinggi Jakarta : 2 tahun penjara.
Vonis kasasi : 4 tahun penjara (naik 1 tahun dan 1 tahun lebih tinggi dari tuntutan jaksa)
Majelis kasasi : Artidjo Alkostar, MS Lumme dan Abdul Latief.

7. Ade Nurhikmat
Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Lebak, Banten, Ade Nurhikmat menjanjikan tenaga honorer menjadi PNS. Ternyata omongan manis itu palsu. Permainan jahat itu membuat gemerincing uang Rp 871 juta mengalir ke kantong mereka.

Tuntutan: 4 tahun penjara
Vonis Pengadilan Tipikor Jakarta: 3 tahun penjara.
Vonis Pengadilan Tinggi Jakarta : 3 tahun penjara.
Vonis kasasi : 5 tahun penjara (naik 2 tahun dan 1 tahun lebih tinggi dari tuntutan jaksa)
Majelis kasasi : Artidjo Alkostar, MS Lumme dan Krisna Harahap.

Dibandingkan dengan putusan-putusan tahun sebelumnya, putusan Artidjo dkk mengalami kenaikan. Berikut contohnya:

1. Anas Urbaningrum.

Tuntutan KPK : 15 tahun penjara
Vonis Pengadilan Tipikor Jakarta: 8 tahun penjara.
Vonis Pengadilan Tinggi Jakarta : 7 tahun penjara.
Vonis kasasi : 14 tahun penjara (naik 7 tahun penjara tetapi 1 tahun lebih rendah dari tuntutan jaksa)

Majelis kasasi : Artidjo Alkostar, MS Lumme dan Krisna Harahap.

2. Akil Mochtar

Tuntutan KPK: Penjara seumur hidup
Vonis Pengadilan Tipikor Jakarta: Penjara seumur hidup.
Vonis Pengadilan Tinggi Jakarta : Penjara seumur hidup.
Vonis kasasi : Penjara seumur hidup (sama dengan tuntutan jaksa).

Majelis kasasi : Artidjo Alkostar, MS Lumme dan Krisna Harahap.

3. Angelina Sondakh

Tuntutan KPK: 12 tahun penjara
Vonis Pengadilan Tipikor Jakarta: 4,5 tahun penjara
Vonis Pengadilan Tinggi Jakarta : 4,5 tahun penjara
Vonis kasasi : 12 tahun penjara (sesuai tuntutan jaksa).

Majelis kasasi : Artidjo Alkostar, MS Lumme dan Krisna Harahap.

Sayang, hukuman ini disunat menjadi 10 tahun penjara di tingkat peninjauan kembali (PK).

4. Luthfi Hasan Ishaaq

Tuntutan KPK: 18 tahun penjara
Vonis Pengadilan Tipikor Jakarta: 16 tahun penjara
Vonis Pengadilan Tinggi Jakarta : 16 tahun penjara
Vonis kasasi : 18 tahun penjara (sesuai tuntutan jaksa).

Majelis kasasi: Artidjo Alkostar, M Askin dan MS Lumme

5. Irjen Djoko Susilo

Tuntutan KPK: 18 tahun penjara
Vonis Pengadilan Tipikor Jakarta: 10 tahun penjara
Vonis Pengadilan Tinggi Jakarta : 18 tahun penjara
Vonis kasasi : 18 tahun penjara (sesuai vonis Pengadilan Tinggi Jakarta dan tuntutan jaksa).

Majelis kasasi: Artidjo Alkostar, M Askin dan MS Lumme
(asp/rjo)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed