Lawan Rabies, 400 Ribu Anjing di Bali Akan Divaksinasi

Herianto Batubara - detikNews
Senin, 18 Apr 2016 19:28 WIB
Foto: Grandyos Zafna/ razia anjing rabies di Jakarta
Jakarta - Bali melawan rabies. Rencananya 400 ribu anjing akan divaksinasi dalam beberapa bulan mendatang. Pemprov Bali dengan bantuan pemerintah pusat dan dukungan dari Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (Food and Agriculture Organization of the United Nations-FAO) serta Badan Kesehatan Hewan Dunia (OIE) akan melakukan vaksinasi.

Dalam keterangan yang disampaikan FAO, Senin (18/4/2016) vaksin untuk ratusan ribu anjing sudah disiapkan. Anjing-anjing tersebut akan ditandai dengan kalung anjing khusus sehingga mereka dapat diidentifikasi sebagai anjing yang telah divaksin dan terlindungi dari rabies.

Tim khusus penangkap anjing dan vaksinator yang dikenal dengan nama A-Team telah dilatih dan disiapkan untuk melaksanakan kampanye vaksinasi anjing massal di 716 desa di seluruh Pulau Bali yang akan dilaksanakan dari mulai Bulan April sampai dengan Juni 2016.

"Kita harapkan vaksinasi rabies tahun ini dapat segera menurunkan kasus rabies pada hewan dan manusia. Semua logistik untuk vaksinasi sudah siap, dan dengan pencanangan hari ini kami harapkan masyarakat bertambah sadar untuk mendukung program pemberantasan rabies di Bali," kata Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bali, I Putu Sumantra.

Selama ini Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian dan Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO) telah bekerjasama dalam pemberantasan rabies di Bali sejak tahun 2011. Sebuah skema kerjasama baru sedang dilaksanakan untuk dapat memberikan masukan teknis mengenai epidemiologi rabies di Bali, melatih A-Team tambahan untuk mendukung dan melaksanakan kampanye vaksinasi termasuk vaksinasi 'sweeping' ekstra dan mengembangkan sebuah Manajemen Populasi Anjing.

"Ada satu kebutuhan mendesak untuk membawa kampanye pengendalian dan pemberantasan rabies kembali pada jalur yang tepat melalui program vaksinasi yang lebih giat, intensif dan terkoordinir" kata Mark Smulders, FAO Representative di Indonesia.

Selain itu juga Tim unit reaksi cepat Dinas Peternakan yang berada di tingkat kabupaten akan terus merespon kasus-kasus gigitan, menggunakan protokol Tata Laksana Kasus Gigitan Terpadu (TAKGIT) untuk investigasi, respon dan vaksinasi darurat, bekerjasama erat dengan mitra kerja dari pihak kesehatan masyarakat dengan menggunakan pendekatan One Health.

Masyarakat Bali diminta untuk membantu tim vaksinasi dengan membawa anjing mereka untuk divaksin dan mempelajari jadwal vaksinasi di wilayah mereka. Secara khusus, semua anak anjing yang berusia diatas dua minggu harus dibawa ke dokter hewan untuk divaksinasi rabies. (dra/dra)