Operasi Tangkap Tangan KPK, Elite Demokrat Prihatin Korupsi Masih Marak

Operasi Tangkap Tangan KPK, Elite Demokrat Prihatin Korupsi Masih Marak

Elza Astari Retaduari - detikNews
Jumat, 01 Apr 2016 17:39 WIB
Barang bukti kasus dugaan suap PT Brantas Abipraya (Foto: Hasan Al Habshy-detikcom)
Barang bukti kasus dugaan suap PT Brantas Abipraya (Foto: Hasan Al Habshy-detikcom)
Jakarta - KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) dua kasus dalam waktu sehari. Elite Partai Demokrat (PD) menyesalkan masih maraknya korupsi.

"Tentu kami dari fraksi menyampaikan keprihatinan yang mendalam. Karena saat ini pemerintah dan seluruh bangsa ini ingin menghadirkan pemerintahan yang bersih dan bebas korupsi," ujar Sekretaris F-PD Didik Mukrianto di sela-sela acara Pelatihan Kader PD di Novotel Hotel, Bogor, Jumat (1/4/2016).

Didik menyebut dua peristiwa OTT dalam waktu satu hari sebagai contoh yang tidak seharusnya terjadi.

"Ini potret yang menyedihkan untuk kita. Ternyata juga dalam beberapa kesempatan ini KPK melakukan OTT terhadap pejabat-pejabat. Baik itu berbasis hukum dari kejaksaan, dan teman-teman dari DPRD DKI," ujarnya.

Didik berharap agar pejabat-pejabat negara bisa menjadi contoh untuk masyarakat. Sebab menurutnya rakyat tidak bisa dibodohi dan dapat dengan mudah menyuarakan kegelisahannya.

"Harus memberi contoh, bagaimana pejabat supaya terus menyuarakan, menuntaskan dan memberantas korupsi, dan dimulai dari sikapnya mereka," tutur Didik.

Demokrat lanjut Didik mengapresiasi kinerja KPK. Didik berharap agar KPK terus menunjukkan kinerja bagusnya dan benar-benar melakukan pemberantasan korupsi tanpa pandang bulu.

"Kami menghargai dan mengapresiasi kinerja KPK karena KPK menjalankan tugas penegakkan hukum, tentu harus transparan, akuntabel, tidak tebang pilih, dan independen," ucap anggota Komisi III DPR itu.

"Pesannya bahwa penegakan hukum bukan sebuah show off tapi murni bagaimana kita ingin memberantas korupsi sesuai semangat yang diinginkan bangsa ini," sambung Didik.

Sebelumnya tim penyidik KPK melakukan OTT dua kali dalam sehari, Kamis (31/3). OTT pertama terkait dugaan suap pengentian penyelidikan kasus PT Brantas Abdipraya (BA) di Kejaksaan Tinggi. KPK menangkap tiga orang yakni Direktur Keuangan PT BA yaitu SWA dan DPA, juga pihak swasta berinisial MRD yang diduga sebagai perantara.

Pada OTT kedua, penyidik KPK menangkap anggota DPRD DKI Mohamad Sanusi. KPK baru akan memberikan penjelasan lengkap soal kasus yang menyeret Sanusi petang atau malam ini. (elz/fdn)