DetikNews
Selasa 29 Maret 2016, 12:33 WIB

Cerita Ahok yang Rela Kehilangan Dukungan dari Kalangan Kusir Delman

Danu Damarjati - detikNews
Cerita Ahok yang Rela Kehilangan Dukungan dari Kalangan Kusir Delman Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) (Foto: Ari Saputra/detikcom)
Jakarta - Gubernur DKI Basuki T Purnama (Ahok) berujar dirinya rela membikin kebijakan tak populis meski elektabilitas di Pilgub DKI 2017 menjadi taruhannya. Salah satu contoh yang dia kemukakan adalah memindahkan medan kerja puluhan sopir delman dari Monas ke Ragunan.

Ahok menceritakan hal ini kepada PNS, dari mimbar arahan Pembukaan Musrenbang Kota Administrasi Jakarta Utara Tahun 2016 Dalam Rangka Penyusunan Rencana Kerja Tahun 2017 Kota Administrasi Jakarta Utara, di Kantor Walikota Jakarta Utara, Selasa (29/3/2016).

"Delman kita temukan 31 ekor, 28 ekor ada penyakit mematikan dan bisa menular ke manusia. Manusai bisa mati (bila kena penyakit itu)," kata Ahok.

Akhirnya, Ahok memutuskan agar delman-delman itu tak usah lagi beroperasi di kawasan Monas. Ahok mencari lokasi yang cukup dekat dengan dokter hewan berkompeten soal penyakit kuda. Lokasinya adalah seputar Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta Selatan.

"Saya harus bagaimana? Enggak boleh di Monas, pindahin ke Ragunan saja yang ada dokter," kata Ahok.

Dia mengakui, kebijakan ini bakal tak disenangi kalangan kusir delman. Namun demi keamanan manusia agar tak tertular penyakit kuda, maka akhirnya kebijakan pemindahan delman-delman itu dieksekusi juga.

"Secara politik, populer enggak? Semua kusir delman dan keluarganya langsung kagak (tidak) milih saya. Kacau ini," kata Ahok setengah berkelakar.

Ada lagi sikap Ahok yang tak populis, misalnya saat dia melarang pemotongan hewan kurban di berbagai tempat yang tersebar di Jakarta, misalnya di sekolah-sekolah. Soalnya, pemotongan hewan di sembarang tempat bisa memicu penyakit.

"Terus saya diserang, dibilang saya anti-Islam, saya melarang Idul Adha. Padahal aku juga kasih qurban kok. Riya saja kalau kita ngomong-ngomong," kata Ahok.

Dia mengaku hanya ingin menjamin kesehatan warga. Soalnya, berkaca dari negara-negara berpenduduk Islam yang lain, pemotongan hewan diatur sedemikian rupa agar lebih sehat.

"Arab, Malaysia, yang negara Islam semua sudah demikian. Kita masih motong di jalan, darah kalau ada penyakit, itu anak-anak kena tanah itu mati loh," kata Ahok.


(dnu/erd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed