DetikNews
Kamis 17 Maret 2016, 10:22 WIB

Putusan yang Diatur OC Kaligis Dianulir Majelis Tinggi

Andi Saputra - detikNews
Putusan yang Diatur OC Kaligis Dianulir Majelis Tinggi OC Kaligis-Gatot-Tripeni (dok.detikcom)
Jakarta - Pengacara OC Kaligis dalam membela kliennya menyuap majelis Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Medan sehingga menang. Penyuapan ini terendus KPK dan 8 orang dibekuk. Bagaimana kelanjutan kasus tersebut?

Kala itu, OC Kaligis and partner membela Bendara Umum Pemprov Sumatera Utara, Ahmad Fuad Lubis. Sebab, Fuad ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Tinggu Sumut di kasus Dana Bansos Pemprov Sumut. Untuk terlepas dari jeratan status tersangka itu, Fuad memberikan kuasa ke OC Kaligis menggugat status tersangka itu ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Medan.

Gayung pun bersambut. PTUN Medan menganulir status tersangka tersebut lewat putusan Nomor 25/G/2015/PTUN-MDN. Duduk sebagi ketua majelis Tripeni Irianto Putro dengan hakim anggota Dermawan Ginting dan Amir Fauzi.

Tapi apa lacur, ternyata vonis itu tidak gratis. Tim pengacara memberikan sejumlah upeti kepada Tripeni cs. Puncaknya yaitu saat menjelang Idul Fitri 2015 kala anak buah OC Kaligis yang bernama Yagari Bhastara alias Gary mendatangi kantor PTUN Medan dengan maksud ingin memberikan uang 'THR' sekaligus sebagai uang terima kasih. Tapi gerak-gerik Gary sudah terendus KPK dan ditangkap.

Bak permainan domino, tangkapan ini beruntut menyeret pihak-pihak lain ke penjara. Mereka akhirnya dihukum, yaitu:

1. Gatot Pujo Nugroho dihukum 3 tahun penjara dan istrinya, Evy Susanti, dihukum 3 tahun penjara. Mereka jadi penyandang dana suap dalam persekongkolan tersebut. Motifnya agar Gatot tidak disidik dalam kasus korupsi Bansos Sumut.

2. OC Kaligis dihukum 5,5 tahun penjara. Pengacara gaek itu berperan sebagai pengatur strategi perkara di PTUN Medan. Baik OC Kaligis dan KPK sama-sama banding di kasus itu.

"Jadi dengan hormat, hari ini juga, detik ini juga, kepada pengacara yang saya hormati, saya merasakan saya tentu tidak sesuai dengan putusan...Hari ini saya nyatakan saya banding," kata Kaligis usai divonis bersalah.

3. Yagari Bhastara alias Gary dihukum 2 tahun penjara. Perannya sebagai kurir uang dari OC Kaligis ke majelis hakim PTUN Medan. Gary bersedia menjadi justice collaborator sehingga dihukum ringan.

4. Syamsir Yusfan dihukum 3 tahun penjara. Perannya sebagai Panitera Sekretaris PTUN Medan adalah penghubung antara pihak berperkara dengan majelis.

5. Ketua PTUN Medan Tripeni. 
6. Hakim PTUN Medan Amir Fauzi.
7. Hakim PTUN Medan Dermawan Ginting.

Tripeni-Amir-Dermawan dipukul rata dengan hukuman 2 tahun penjara. Perannya memutuskan pencabutan penetapan tersangka korupsi anak buah Gatot Puji sehingga diharapkan kasus tidak merembet ke Gatot Puji. Putusan itu tidak gratis, sejumlah uang digelontorkan Gatot yang mengalir ke OC Kaligis dan disalurkan lewat Gary ke majelis hakim.

8. Rio Capella, mantan Sekjen Partai NasDem itu dihukum 18 bulan penjara. Rio berperan mengamankan Gatot Pujo dari penyelidikan perkara dana bansos di Kejaksaan Agung dengan menerima sejumlah uang. 

Lantas bagaimana dengan putusan Tripeni yang menganulir penetapan tersangka Fuad? Jaksa tidak tinggal diam dan mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi TUN Medan. Hasilnya bisa ditebak, vonis Tripeni dianulir. 

"Membatalkan Putusan Pengadilan Tata Usaha Negara Medan Nomor 25/G/2015/PTUN-MDN tertanggal 7 Juli 2015, yang dimohonkan banding," demikian lansir website Mahkamah Agung (MA) yang dikutip detikcom, Kamis (17/3/2016).

Duduk sebagai ketua majelis Bambang Edy Sutanto dengan anggota Andy Lukman dan Disiplin F Manao. Mereka menyatakan PTUN tidak berwenang mengadili perkara penetapan status tersangka.
(asp/nrl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed