DetikNews
Rabu 16 Maret 2016, 23:14 WIB

PD Minta Pemerintah Fasilitasi Pengrajin untuk Promosikan Batik Tulis

Elza Astari Retaduari - detikNews
PD Minta Pemerintah Fasilitasi Pengrajin untuk Promosikan Batik Tulis Foto: Elza Astari Retaduari/detikcom
Rembang - Pengrajin batik tulis di Lasem, Rembang, berharap pemerintah bisa lebih banyak memberi bantuan dalam hal promosi. Itu disampaikan kepada rombongan Tour de Java yang singgah ke Rembang saat sedang menuju Tuban, Jawa Timur.

Safari Partai Demokrat (PD) yang dipimpin langsung oleh sang Ketua Umum Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) datang ke sentra batik tulis di Tiongkok Kecil heritage Lasem, Rabu (16/3/2016). SBY yang datang didampingi oleh istrinya, Ani Yudhoyono disambut oleh penampilan barongsai.

Selain melihat-lihat hasil karya batik tulis khas Lasem dari para pengrajin, Presiden RI ke-6 itu bersama ibu Ani melihat demonstrasi pembuatan batik tulis. Hadir pula dalam rombongan Waketum PD Roy Suryo dan Cornel Simbolon, Sekjen Hinca Pandjaitan, Ketua Komite Pemenangan Pemilu Edhie Baskoro (Ibas), Wakil Ketua DPR yang merupakan kader PD Agus Hermanto, dan sejumlah fungsionaris Demokrat lainnya.

Dalam kesempatan itu, Ibu Ani cukup banyak membeli batik tulis khas Lasem. Ibas juga membelikan beberapa kain batik untuk sang istri dan anaknya. Namun itu dilakukan sambil berdialog kepada para pengrajin mengenai omset dagang dan juga kendala yang dihadapi.

Salah seorang pengrajin bernama Nurjanah menyebut bahwa omset untuk saat ini tak bisa diperkirakan. Pasalnya terkadang dagangan laku cukup baik, namun juga cukup sering sepi.

"Yah nggak tentu ya. Tapi belakangan agak turun. Kalau kita ikut pameran baru agak mendingan," ucap Nurjanah.

Sayangnya untuk bisa mendapat slot di suatu pameran, bukanlah perkara mudah. Pemerintah memang memberi bantuan agar pengrajin bisa mendapat stan gratis pada suatu event, namun jumlahnya sangat terbatas. Para pengrajin harus bergantian dan menunggu lama agar bisa mendapat jatah itu.

"Pameran kalau nunggu dari dinas nggak keluar, karena pengrajin banyak. Kalau kita bayar baru cepat dapat stan. Jadi dijatah kalau dari pemerintah. Diundi, kan ada paguyuban. Kalau dinas cuma 3 tempat jatahnya untuk setiap event. Makanya kita seringnya bayar aja ke penyelenggara, rata-rata Rp 6 juta sekali event," tutur Nurjanah.

Untuk itu pemilik brand batik tulis Trisula ini berharap agar pemerintah mau menyediakan slot lebih banyak lagi untuk setiap pameran. Sehingga pengrajin memiliki kesempatan besar untuk menjual batik tulisnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Pelaksana Tour de Java, Didik Mukrianto. Aspirasi yang disampaikan pengrajin sentra batik tulis itu menurutnya akan disampaikan oleh PD kepada pemerintah melalu parlemen, baik di pusat atau pun daerah.

"Dunia sudah mengakui kalau batik merupakan warisan kebudayaan dunia. Sekarang kita harapkan pemerintah ke depan harus serius memberikan perhatian dengan menyediakan fasilitas gratis bagi UKM-UKM kecil khususnya di daerah Rembang ini," kata Didik.

Anggota Komisi III DPR ini pun mengapresiasi peran pemerintah yang memberi fasilitas untuk membantu UKM mendapat stan gratis di pameran-pameran. Namun Didik berharap agar kuotanya bisa lebih diperbanyak lagi.

"Tapi tentu saja, UKM mana yang berhak untuk mendapatkan pameran gratis harus sesuai dengan mekanisme dan program pemerintah. Tentu saja jika pemerintah punya program khusus promosi lho ya," terang pria yang juga merupakan Ketua Umum Karang Taruna Nasional ini.
Didik Mukrianto dan Ibas (Foto: Elza)

Menurut Didik, batik tulis yang dijual di Lasem tersebut tidak kalah dengan batik branded rancangan desainer ternama. Ia pun yakin jika mendapat pembinaan dan promosi yang tepat, batik khas Lasem bisa memenuhi pasar dunia.

"Ini patut dijaga terus mutu serta keindahannya agar bisa terus dicintai dan dapat menenuhi pasar luar negeri. Peran serta pemerintah di sini juga dibutuhkan," tambah Didik.

Rombongan Tour de Java usai dari Lasem langsung menuju Tuban untuk bermalam dan melanjutkan kegiatan meet the kader esok hari. SBY dan Ibu Ani sebelum meninggalkan sentra batik Lasem ini diminta untuk memubuhkan tanda tangan pada sebuah bingkai bergambar wajah keduanya.


(elz/Hbb)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed