DetikNews
Selasa 08 Maret 2016, 03:23 WIB

Laporan Dari Den Haag

KBRI Den Haag dan Polri Bongkar Jaringan Perdagangan Orang ke Belanda

Eddi Santosa - detikNews
KBRI Den Haag dan Polri Bongkar Jaringan Perdagangan Orang ke Belanda Ilustrasi (Foto: KBRI Den Haag)
Jakarta - Pelaku berinisial BK ditangkap di rumahnya di Cilodong, Bogor, Jawa Barat pada Senin, 7 Maret 2016, pukul 02.00 WIB.

"Kepada tersangka BK akan dikenakan pasal 4 UU 21 tahun 2007 tentang TPPO," ujar Kasubdit 3 Dittipidum Bareskrim Polri KBP Umar Surya Fana kepada detikcom di Den Haag, Senin petang waktu setempat atau Selasa (8/3/2016) WIB.

Pelaku berhasil ditangkap oleh Bareskrim Polri berdasarkan informasi dari KBRI Den Haag tentang adanya laporan dari WNI yang terlantar di Belanda akibat menjadi korban perdagangan orang.

Dubes RI untuk Kerajaan Belanda I Gusti Wesaka Puja mengapresiasi kinerja Bareskrim Polri yang dengan cepat merespons informasi dari KBRI Den Haag.

Disebutkan bahwa saat ini terdapat 5 orang WNI yang telah melapor kepada KBRI Den Haag dan siap dipulangkan untuk menjadi saksi atas perbuatan BK.

Di samping itu juga masih terdapat beberapa WNI lannya korban dari kelompok BK, yang bersedia untuk pulang ke tanah air guna membantu proses penegakan hukum terhadap pelaku TPPO.

WNI yang menjadi korban TPPO menjadi terlantar di Belanda akibat tipu daya BK, yang menjanjikan pekerjaan setelah mereka tiba di Belanda.

Mereka rata-rata harus mengeluarkan uang antara Rp 65 juta hingga Rp 95 juta kepada pelaku. BK menjanjikan akan menempatkan para korban tersebut bekerja di pabrik keripik dengan gaji Rp 25 juta hingga Rp 45 juta per bulan.

Pelaku juga berjanji akan menjemput mereka setibanya di Belanda serta menampung mereka di apartemen. Namun demikian setibanya mereka di Belanda tidak ada yang menjemput, tidak ada penampungan, dan tidak ada pekerjaan, sehingga mereka terlantar dan melapor ke KBRI Den Haag.

Dua orang korban inisial RM dan HM menyampaikan bahwa mereka diiming-imingi gaji Rp 30 - 40 juta per bulan, apalagi kalau sudah masuk musim dingin dikatakan bahwa pekerjaan akan banyak sekali di Belanda.

Akibat iming-iming BK, mereka akhirnya memutuskan untuk mengikuti tawaran dari BK bekerja di Belanda. Setelah sampai di Belanda, ternyata jangankan pekerjaan, bahkan mereka pun tidak dijemput dan sempat terlantar tidur di stasiun KA di Den Haag.

Saat ini, diperkirakan masih ada puluhan WNI korban lainnya yang masih tinggal secara diam-diam di Belanda dan beberapa tempat lainnya.

Para korban terpaksa 'menggelandang' karena sudah membayar puluhan juta rupiah sehingga harus kerja apa saja untuk mengembalikan uangnya.

Mereka masih enggan untuk melapor dan malu untuk kembali ke tanah air dikarenakan sudah terlanjur berhutang untuk membiayai keberangkatan mereka ke Belanda.

KBRI Den Haag menegaskan akan memberikan perlindungan secara maksimal kepada para WNI yang menjadi korban tindak pidana perdagangan orang tersebut.

Korfung Protokol Konsuler KBRI Den Haag June Kuncoro Hadiningrat dan Atase Polri Den Haag Komisaris Besar Polisi (KBP) Yuda Gustawan akan mendata dan membantu kepulangan para WNI yang menjadi korban kelompok BK untuk proses investigasi Bareskrim Polri dan mengungkap pelaku-pelaku lainnya.
(dhn/dha)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed