DetikNews
Senin 22 Februari 2016, 11:13 WIB

Muda Dan Menginspirasi

Wujud Plastik dari Kulit Udang Bikinan Yuke Siswi SMA

Rini Friastuti - detikNews
Wujud Plastik dari Kulit Udang Bikinan Yuke Siswi SMA Foto: dok. pribadi Yuke
Jakarta - Tidak sulit untuk mencari bahan-bahan ramah lingkungan di sekitar kita. Kulit udang bila diolah dengan benar, bisa menjadi plastik pengganti plastik berbahaya yang selama ini beredar luas. Begini wujudnya.

Siswi SMA Kharisma Bangsa Ciputat, Tangsel, Yuke Fadhlillah Kirana membuat plastik dari kulit udang karena tergerak dengan permasalahan sampah di Indonesia. Lewat informasi dari jurnal ilmiah, bimbingan dari dosen Institut Teknologi Indonesia dan pengembangan saat pertukaran pelajar di China, plastik kulit udang karya Yuke langsung dikenal publik.

Dari foto yang dikirim ke detikcom, terlihat plastik Yuke seperti pada umumnya. Warnanya bening dan tipis. Menurutnya, plastik tersebut belum bisa tahan terhadap air. Jadi untuk sementara digunakan untuk membawa benda-benda kering. Namun dia akan terus mengembangkannya agar bisa dipakai untuk semua barang.

"Satu kresek plastik itu dibuat dari dua kantong kulit udang," kata Yuke saat berbincang dengan detikcom di sekolahnya akhir pekan lalu.


plastik Yuke (dok. pribadi Yuke)


Bahan plastik tersebut memang didominasi kulit udang. Namun dia juga mencampurkan bahan lain seperti pati onggok, air dan bahan kimia PVA (polyvinyl alcohol) yang diklaim masih ramah lingkungan.


Yuke (Agung Pambudhy/detikcom)



Penelitian dimulai sejak Agustus 2013 sampai Januari 2014. Setelah itu, riset disempurnakan di Institut Teknologi Indonesia (ITI) dan dikembangkan saat Yuke mengikuti program pertukaran pelajar di China.

"Kulit udang itu mengandung bahan polimer, namanya zat kitin, kayak di udang, di kepiting, kulitnya namanya kitin, kitin itu punya polimer alami. Kalau plastik itu polimer sintesis," terang Yuke.

Yuke (Agung Pambudhy/detikcom)


Riset soal kulit udang untuk plastik pernah juga dibahas oleh para peneliti Biologi di Institut Wyss Harvard, Amerika Serikat, pada tahun 2014 lalu. Mereka menyebut zat yang terkandung di kulit udang bernama chitosan, berasal dari kitin. Para peneliti bisa membuat gelas plastik dari 200 gram kulit udang.



Plastik kulit udang buatan Yuke bisa diurai dalam waktu 46 hari di tanah humus dan 60 hari di tanah merah. Sangat jauh berbeda bila dibandingkan dengan plastik yang beredar saat ini, yang butuh waktu puluhan tahun untuk terurai.

"Kalau di dalam tanah pasti hancur, karena ada bakteri segala macam, tapi kalau di udara, warnanya mungkin berubah, tapi kualitasnya nggak," ucapnya.


Yuke (Agung Pambudhy/detikcom)


Temuan Yuke sempat mendapat penghargaan di China dalam urusan lingkungan. Plastik tersebut juga telah diuji ketahanannya di Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), hasilnya menunjukkan bahwa plastik tersebut mampu membawa delapan air mineral dalam kemasan sekaligus.

Yuke (Agung Pambudhy/detikcom)


Anda punya kisah anak muda yang menginspirasi lainnya? Silakan kirim informasi ke redaksi@detik.com atau inspirasimu@detik.com. 
(mad/mad)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed