detikNews
Rabu 10 Februari 2016, 18:33 WIB

Ketua Komisi I DPR Bicara Kelebihan Paspor Hitam dibanding Paspor Biru

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Ketua Komisi I DPR Bicara Kelebihan Paspor Hitam dibanding Paspor Biru Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta - Anggota DPR meminta paspor diplomatik yang berwarna hitam. Sebenarnya apa kelebihan paspor diplomatik dibanding paspor dinas berwarna biru yang selama ini dipakai anggota DPR untuk berkunjung ke luar negeri?

"Ada Undang-undang Keprotokoleran salah satu poinnya mengatur bahwa parlemen punya hak menggunakan paspor hitam, paspor diplomatik," kata Ketua Komisi I DPR Mahfudz Siddiq, kepada detikcom, Rabu (10/2/2016).

Mahfudz menuturkan selama ini semua staf Kemlu yang bekerja di kedutaan menggunakan paspor diplomatik. Karena itu DPR yang menurut Mahfudz juga punya tugas diplomatik juga berhak mendapatkan paspor diplomatik.

"Contoh staf di Kemlu yang kerja di kedutaan asing, kelas eselon tiga sekalipun punya paspor hitam. Masak anggota DPR masih menggunakan paspor biru. Itu saja yang dipertanyakan. Ini tinggal pemerintah memberikan atau tidak," kata Mahfudz.

Dia kemudian memaparkan sederet kelebihan paspor diplomatik dibandingkan paspor dinas yang selama ini dipakainya. Mahfudz menuturkan selama ini pimpinan DPR sudah terlebih dahulu mendapatkan paspor hitam tersebut.

"Kalau paspor diplomatik sebenarnya kalau kita berkunjung ke negara yang punya hubungan diplomatik tidak memerlukan visa. Yang kedua secara protokoler di bandara juga dia lebih mudah. Kalau DPR kan mobilitasnya tinggi, mungkin ada hal-hal yang harus segera, sekarang kan ngurus visa semakin sulit," katanya.

"Paspor diplomatik bagi pemegang paspor ini kalau ada masalah keamanan, kan tidak bisa langsung diproses aparat hukum harus melalui pihak kedutaan besar. Jadi ada perlindungan diplomatik," imbuh Mahfudz.

Paspor hitam ini juga diterangkan Mahfudz diterima di negara-negara yang tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Indonesia. "Di negara maju, misalnya anggota parlemen pakainya paspor diplomatik. Selama ini DPR ada paspor diplomatik tapi hanya untuk pimpinan DPR. Ini kan kita hanya menjalankan undang-undang," katanya.

Lalu setelah memegang paspor diplomatik apakah ada jaminan anggota DPR tidak akan menyalahgunakan paspor ini seperti kritik sejumlah pihak?

"Nggak bisa disalahgunakan karena paspor diplomatik kalau mau dipakai harus ada exit permitt dulu dari Kemenlu. Jadi bukan berarti kita pakai paspor diplomatik bisa kapan saja, harus ada exit permitt," pungkasnya.


(van/tor)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com