DetikNews
2015/12/02 07:26:43 WIB

Ini Hasil Lengkap Identifikasi KNKT Soal Jatuhnya QZ8501

Rini Friastuti - detikNews
Halaman 1 dari 3
Ini Hasil Lengkap Identifikasi KNKT Soal Jatuhnya QZ8501 Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) merilis hasil investigasi jatuhnya pesawat AirAsia, QZ 8501 di sekitar Selat Karimata pada 28 Desember 2014 lalu. Dalam laporan tersebut dijelaskan secara rinci sejumlah faktor teknis yang menyebabkan kecelakaan tersebut.

Berikut beberapa poin hasil investigasi KNKT seperti dirilis website Kementerian Perhubungan, Selasa (1/12/2015):

1. Pesawat dinyatakan layak terbang sebelum terjadinya kecelakaan

2. Pilot dan kopilot memiliki lisensi yang valid dan layak untuk terbang. Lisensi terbang Second in Command (SIC) atau kopilotĀ  telah dicek sebanyak dua kali, yakni pada 18 November 2014 dan 19 November 2014. Kedua laporan tersebut memberikan hasil memuaskan.

3. Dalam penerbangan ini, kopilot bertugas menerbangkan pesawat (Pilot in Command/PIC) dan pilot bertugas memonitoring jalannya penerbangan (Pilot Monitoring/PM).

4. Pesawat berangkat dari Surabaya pada 2235 (Universal Time Coordinate/UTC) dan melaju di tingkat penerbangan 320 dengan tujuan Singapura melalui saluran udara M635.

5. Cuaca pada rute M635 sebagian tertutup oleh awan Cumulonimbus yang terbentuk di ketinggian 12 ribu kaki hingga 44 ribu kaki. Data FDR menunjukkan bahwa kondisi cuaca tidak mempengaruhi jalannya penerbangan dan investigasi menyimpulkan bahwa kondisi cuaca bukanlah faktor penyebab kecelakaan.

6. Ketika pesawat itu meluncur, ada 3 tanda peringatan yang terhubung dengan Rudder Travel Limiter Units (LRTU) dan Electronic Centralized Aircraft Monitoring (ECAM) yang memunculkan pesan 'AUTO FLT RUD TRV LIM SYS' antara 2301 dan 2313:41. Pesan ini direspons pilot sehingga sistem kembali berfungsi secara normal.

7. Pada 2315:16 UTC tanda peringatan keempat menyebabkan ECAM kembali memunculkan pesan bertuliskan 'AUTO FLT RUD TRV LIM SYS', alat perekam tidak mendeteksi adanya aktivitas ECAM.

8. Pada 2316 UTC, radar pengendali di Jakarta mengeluarkan izin kepada pilot untuk naik ke (Flight Level/FL) 340, namun tidak mendapat respon.

9. Pada 2316:27 UTC tanda peringatan kelima muncul di layar monitor, yaitu terjadi kesalahan pada Flight Augmentation Computer/FAC 1 (yang mengontrol sistem kendali pesawat), yang diikuti dengan tanda perubahan parameter di data penerbangan (Flight Data Recorder/FDR) yang dikendalikan oleh FAC 1 seperti RLTU 1, deteksi arah perubahan angin (Windshear) dan Rudder Travel Limiter Actuator/RLTA. Dua belas detik kemudian, parameter di FAC 1 kembali ke posisi ON dan semua fluktuasi parameter berhenti.

10. Pada 2316:44 UTC, tanda peringatan keenam kembali muncul, dipicu oleh AUTO FLT FAC 1+2 FAULT (kerusakan pada FAC 1 dan 2) Ini adalah gangguan listrik pada 2 komputer pesawat yang mengatur salah satunya sistem kendali pesawat atau rudder yang rusak ini. Rudder bergerak sebanyak 2 derajat per detik.

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed