DetikNews
Sabtu 07 November 2015, 17:04 WIB

Menlu: Presiden Tugaskan Menteri untuk Memastikan Suksesnya Kunjungan ke AS

M Iqbal - detikNews
Menlu: Presiden Tugaskan Menteri untuk Memastikan Suksesnya Kunjungan ke AS Menlu Retno Marsudi beri penjelasan soal isu jasa pelobi/Foto: M Iqbal
Jakarta - Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menggelar jumpa pers menanggapi isu yang menyebutkan Indonesia menggunakan jasa pelobi untuk agenda pertemuan Presiden Joko Widodo dengan Presiden Obama di White House. Retno membantah kabar tersebut.

"Kementerian Luar Negeri tidak menggunakan lobi atau bayar lobbyist dalam persiapan kunjungan Presiden Jokowi ke Amerika Serikat," ucap Menlu Retno dalam jumpa pers di Cafe Kanawa, Jl Suryo, Jakarta Selatan, Sabtu (7/11/2015).

Retno mengatakan bahwa kunjungan Jokowi pada 26 Oktober 2015 lalu itu dilakukan secara formal (official) dan Kemlu mengkoordinir persiapan itu dengan sejumlah kementerian dan lembaga. Retno lalu menjabarkan data persiapan itu.

"Tanggal 10 November di sela KTT APEC di Beijing terjadi pertemuan Presiden Jokowi dengan Presiden Obama, di mana Presiden Obama mengundang secara lisan kepada Presiden Jokowi untuk melakukan kunjungan ke Amerika Serikat," paparnya.

Kemudian pada Maret 2015, pembicaraan lisan itu ditindaklanjuti dengan surat resmi Presiden Obama kepada Jokowi untuk menggelar pertemuan di Amerika. Retno membacakan penggalan surat dari Obama itu yang isinya Obama mengundang Jokowi ke White House untuk kepentingan memperkuat hubungan RI-Amerika.

"Dalam surat jawaban Presiden Jokowi terhadap undangan Presiden Obama, antara lain Presiden Jokowi sampaikan 'saya gembira para pejabat kita telah sepakat tentukan tanggal kunjungan 26 Oktober 2015'," kata Retno mengutip surat Jokowi ke Obama.

"Selanjutnya Presiden Jokowi juga mengatakan kita harus menugaskan para menteri dan pejabat terkait untuk memastikan suksesnya kunjungan," imbuhnya.

Pejabat yang ditugaskan Jokowi di Indonesia adalah Kementerian Luar Negeri untuk menyelesaikan hal-hal substantif dan konkret yang diharapkan tercapai dalam kunjungan tersebut. "Jadi dalam komunikasi surat tersebut jelas bahwa komunikasi dilakukan dari awal secara resmi melalui saluran resmi dan dipimpin Meteri Luar negeri," tegasnya.
(bal/ega)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed