detikNews
Kamis 05 November 2015, 13:55 WIB

Begini Proses Bagaimana Seseorang Bisa Mendapat Gelar Pahlawan Nasional

Ray Jordan - detikNews
Begini Proses Bagaimana Seseorang Bisa Mendapat Gelar Pahlawan Nasional Foto: Grandyos Zafna
Jakarta - Presiden Joko Widodo hari ini menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada lima tokoh atas jasanya memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Bagaimana sebenarnya proses pemberian gelar Pahlawan Nasional itu?

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa menjelaskan, penganugerahan gelar Pahlawan Nasional itu memerlukan proses dan waktu yang cukup panjang. Nama yang akan disematkan gelar itu harus diusul dari tingkat daerah.

Ada beberapa pertimbangan yang dilakukan. Di antaranya, nama yang 'calon' Pahlawan Nasional itu harus mendapat pertimbangan dari Tim Peneliti, Pengkaji Gelar Pusat (TP2GP).

"Jadi, pertimbangan pertama dari TP2GP pusat itu sudah berasal dari TP2GP kabupaten/kota, kemudian TP2GP provinsi baru TP2GP pusat. Setelah mereka melakukan berbagai macam verifikasi, karena sebagian besar adalah para sejarawan dan akademisi," kata Khofifah saat ditemui usai pemberian gelar Pahlawan Nasional di Istana Negara, Jakarta Pusat, Kamis (5/11/2015).

Selanjutnya, TP2DP menyerahkan nama-nama itu ke Dewan , Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan. "Dari dewan gelar diputuskan untuk tahun ini penganugerahan kepada 4 dari TP2GP 2015, dan 1 dari tim dewan gelar yang dulu memang sudah pernah menyepakati Ki Bagus Hadikusumo. Sehingga 5 lah yang hari ini mendapatkan gelar pahlawan nasional dari Presiden," jelas Khofifah.

Untuk tahun ini, pemerintah memberikan gelar Pahlawan Nasional tehradap lima tokoh bangsa yang dianggap berjasa dalam meperjuangkan dan mempertahankan kemerdekan Indonesia. Lima tokoh itu yakni Wilhelm Lapian (tokoh dari Provinsi Sulawesi Utara), Mas Isman (tokoh dari Provinsi Jawa Timur), Komjen (Pol) Dr H Moehammad Jasin (tokoh dari Jawa Timur), I Gusti Ngurah Made Agung (tokoh dari Provinsi Bali dan Almarhum Ki Bagus Hadikusumo (tokoh dari Provinsi Yogyakarta.

Untuk Ki Bagus Hadikusumo, sebenarnya telah diputuskan pantas menyandang gelar Pahlawan Nasional sejak 2012 lalu. Pemerintah baru tahun ini menganugerahkan gelarnya kepada ahli waris. Sementara 4 nama lainnya adalah bagian dari 13 nama yang telah dinyatakan pantas oleh TG2DP. Sejauh ini, total Pahlawan Nasional Indonesia ada 168.

"Proses pemberian gelar pahlawan nasional in sifatnya bottom up, tidak ada yang top down. Artinya ada usulan masyarakat, kemudian dibahas di TP2GP kabupaten/kota antara lain syaratnya harus ada seminar yang memberikan verifikasi terhadap perjuangan, pengorbanan dari sosok yang sedang diusulkan sebagai pahlawan nasional. Kemudian naik ke TP2GP provinsi baru ada seminar nasional dan setelahnya baru masuk TP2GP pusat dan setelah itu baru masuk ke dewan gelar," jelas Khofifah.

"Jadi prosesnya panjang, sampai harus ada bukunya segala. Jadi ini loh yang menjadi pertimbangan kenapa TP2GP menyetujui dijadikan sebagai pahlawan nasional, itu semua harus dibukukan sejarah perjuangan dari masing-masing calon pahlawan," tambahnya.
(jor/dra)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed