DetikNews
Kamis 15 Oktober 2015, 16:43 WIB

KPK Tetapkan Dirjen Hubla Kemenhub Tersangka Kasus Diklat Pelayaran Sorong

Rina Atriana - detikNews
KPK Tetapkan Dirjen Hubla Kemenhub Tersangka Kasus Diklat Pelayaran Sorong Foto: Grandyos Zafna
Jakarta - KPK mentapkan Dirjen Perhubungan Laut Kemenhub Bobby Reynold Mamahit sebagai tersangka. Hal ini merupakan pengembangan dari penanganan kasus dugaan korupsi pembangunan Diklat Pelayaran di Sorong, Papua Barat.

Saat itu, tahun 2011, Bobby masih menjabat sebagai Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan (BPSDMP). Selain Bobby, KPK juga menetapkan mantan Dirjen Perhubungan Laut yang saat itu menjabat sebagai Kepala Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Laut (PPSDML), Djoko Pramono.

"Berkaitan dengan penanganan perkara dugaan tipikor dalam pengadaan dan pelaksanaan pembagunan balai pendidikan dan pelatihan ilmu pelayaran BP2IP di Kabupaten Sorong tahap 3 tahun anggaran 2011 di badan pengembangan SDM di Kemenhub," kata Plt Pimpinan KPK Johan Budi di KPK, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Kamis (15/10/2015).

"Setelah melakukan beberapa kali gelar perkara disimpulkan telah ditemukan dua bukti permulaan yang cukup yang kemudian disimpulkan telah terjadi dugaan tipikor yang diduga dilakukan tersangka BRM kepala BPSDMP di Kemenhub dan DJP Kepala PPSDML di Ditjen Perhubungan Laut," jelas Johan.

Bobby dan Djoko disangka melanggar pasal 2 ayat 1 atau pasal 3 undang-undang nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi. Kerugian negara untuk sementara diduga sebesar RP 40 miliar.

Dalam persidangan di Pengadilan Tipikor 9 Oktober 2015 lalu, Jaksa menyebut Bobby menerima uang Rp 480 juta dari pemenang lelang pembangunan Diklat Pelayaran Sorong, PT Hutama Karya. Ia disebut-sebut telah melakukan pertemuan dengan General Manager Divisi Gedung PT HK, Budi Rachmat.

Jaksa menjelaskan, pertemuan pertama Bobby Mamahit dengan Budi terjadi sekitar bulan Februari 2011 di Gedung Kemenhub Jl Merdeka Timur, Jakpus. Permintaan agar PT HK dimenangkan lelangnya juga disampaikan Budi saat menemui Djoko Pramono pada Februari 2011 di kantor Kemenhub setelah mendapat arahan dari Bobby.
(rna/hri)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed