DetikNews
Selasa 13 Oktober 2015, 12:20 WIB

Termotivasi Thomas Alfa Edison, Zainullah Sukses Bikin Jam Gravitasi Bumi

Agus Setyadi - detikNews
Termotivasi Thomas Alfa Edison, Zainullah Sukses Bikin Jam Gravitasi Bumi (Foto: Agus Setyadi/detikcom)
Banda Aceh - Jam setinggi dua meter itu berdiri gagah dalam sebuah stan. Bentuknya klasik dan unik. Tidak ada beterai untuk menggerakkan jarum dari satu angka ke angka lain. Jam bambu ciptaan Zainullah ini hanya mengandalkan gravitasi bumi.

Zainullah (47) adalah pria asal Madura yang kini menetap di Bogor, Jawa Barat. Ia sudah memproduksi jam gravitasi bumi sejak setahun lalu. Awalnya memang tidak mudah bagi Zainullah menciptakan jam tersebut. Ia butuh waktu lima bulan untuk meriset dan mengalami beberapa kali kegagalan. Namun Zainullah tetap tidak berputus asa.

"Saya termotivasi dengan Thomas Alfa Edison penemu lampu yang mengalami sangat banyak kegagalan. Makanya saya terus mencoba," kata Zainullah kepada detikcom, Senin (13/10/2015).

Setelah lima bulan, Zainullah baru menemukan konsep yang cocok untuk jam gravitasi. Ia kemudian membuat sembilan gir sebagai penggerak rotasi jarum jam. 4 gir besar dijadikan sebagai penggerak utama dan 5 gir kecil sebagai penyangga. Sebuah papan bulat bertuliskan angka hingga 12  terpasang. Dua bambu yang dijadikan jarum melekat di antara gir.


Agar jarum terus berputar layaknya jam pada umumnya, Zainullah menggantungkan berat massa seberat 1 kilogram. Beban inilah yang menjadi sumber energi gerak sehingga meski tidak menggunakan baterai jarum jam tetap berputar.

"Awalnya saya tidak tahu menambah berat massa 1 kg. Ini setelah saya riset lima bulan," jelas Zainullah.

Meski menggunakan hukum alam, namun perputaran jarum jam ini tidak meleset sedikitpun dengan jam digital. Menurut Zainullah, perputaran jarum jam baru berubah jika terkena goyangan angin. "Makanya jam ini harus di taruh dalam kaca. Tapi ini untuk pameran tidak saya taruh dalam kaca," katanya.  

Jam gravitasi bumi milik Zainullah dipamerkan di Pekan Inovasi Perkembangan (PIN) Desa/Kelurahan Nasional dan Gelar Teknologi Tepat Guna (TTG) Nasional XVII Tahun 2015 yang digelar di Stadion Lhong Raya, Banda Aceh. Ia menjadi perwakilan Bogor, Jawa Barat dalam even tersebut. Sebuah kertas bertuliskan "Posyantek pondok kreatif Kecamatan Bogor Barat Kota" ditaruh di bawah jam.

Kehadiran jam gravitasi milik Zainullah menarik perhatian pengunjung TTG. Warga ramai-ramai singgah ke sana untuk mengetahui cara pembuatan dan ada juga sekadar melihat cara kerja jam ini. Bukan hanya warga biasa, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo pun terpincut dengan jam tersebut. Ia memasan  dua jam untuk dibawa pulang ke Jakarta.

"Ia langsung minta ini untuk dibawa pulang. Tapi tidak kami beri karena ini sebagai contoh untuk dipajang di sini, kemudian dia bilang pesan dua biji," ungkap sarjana Pendidikan Agama Islam ini.

Menurut Zainullah, ide awal pembuatan jam ini lahir berawal dari pemikirannya bagaimana menyulap bambu menjadi barang berharga. Untuk membuat jam ini, boleh menggunakan bambu apa saja. Tapi untuk jam yang dipajang di stan, Zainullah memakai bambu andong. Zainullah kini hanya butuh waktu satu minggu untuk membuat satu jam.

"Satu jam ini butuh satu batang bambu. Harga bambu satu batang hanya sekitar Rp 50 ribu," ujarnya.


Kini Zainullah membanderol jam tersebut dengan harga bervariasi. Untuk jam yang dijual di Indonesia ia hargai Rp 5 juta. Sementara jam yang dipasok ke luar negeri ia jual seharga Rp 15 juta. Jam ciptaan Zainullah ini juga meraih juara pertama kreasi inovatif tingkat Provinsi Jawa Barat. Selain jam gravitasi, Zainullah juga berkreasi dengan sejumlah barang-barang unik lainnya.

"Semuanya saya buat dari bambu," jelas Zainullah.
(try/try)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed