detikNews
Senin 05 Oktober 2015, 08:54 WIB

Mereka yang Nahas Berujung Maut Saat Melakukan Aksi Ekstrem Sport

Rivki - detikNews
Mereka yang Nahas Berujung Maut Saat Melakukan Aksi Ekstrem Sport Foto: instagram/TaufanBMX
Jakarta - Dunia ekstrem sport Indonesia berduka menyusul kecelakaan rider BMX Taufan Munggaran dalam kompetisi Open X Sports Champions ke-7 di Bandung 3 Oktober kemarin. Taufan meninggal saat melakukan aksi no handler alias aksi tanpa pegang setang di udara, tetapi pendaratan Taufan tidak sempurna dan membuat dia meninggal dunia.

Selain Taufan, ada juga beberapa atlet ekstrem sport baik asal Indonesia atau pun luar negeri yang pernah mengalami nahas berujung maut. Hasil rangkuman detikcom, Senin (5/10/2015), ada beberapa atlet yang juga meninggal dunia saat memeragakan aksi ekstremnya.

Pada tahun lalu, ada atlet sepeda downhill Nifera yang meninggal saat menjajal trek di Bukit Sulap, Sumatera Selatan. Di luar negeri juga banyak atlet ekstrem sport yang mengalami kecelakaan mulai dari cedera ringan hingga meninggal dunia.

Atlet Sepeda Downhill Nifera Ufrotun Saidatun Nila

Ilustrasi downhill


Pebalap putri, Nifera Ufrotun Saidatun Nila, tewas saat menjajal trek Asia Donwhill digelar di Bukit Sulap, Lubuklinggau. Nifera meninggal pada 26 September 2014 saat dirinya sedang mencoba trek tersebut.

Menurut saksi mata yang tak mau disebutkan namanya kondisi Nifera langsung drop setelah terjatuh. Perutnya membengkak beberapa saat kemudian. Nifera segera dibawa ke rumah sakit didampingi oleh pebalap lain.

"Sekitar pukul 11.00 waktu setempat. Dia terjatuh dan perkiraan bagian perutnya mengenai stang sepeda," urai saksi tersebut saat diwawancara detiksport 26 September 2014 lalu.


Base Jumper Dean Potter

Dean Potter (Facebook)


Pendaki tebing legendaris, Dean Potter, yang gemar melakukan aksi ekstrem dari atas tebing, tewas saat melakukan aksi terjun payung dari ketinggian 900 meter. Potter merupakan atlet base jumper atau olahraga terjun payung dari tempat-tempat tinggi tanpa menggunakan pesawat.

Dilansir dari CNNIndonesia.com, Dean Potter mengalami nahas pada 16 Mei 2015 lalu di Taman Nasional Yosemite, California, AS. Potter baru saja melakukan lompatan dengan menggunakan parasut dari puncak dekat puncak El Capitan.

Kematian Potter karena parasut yang digunakannya mengalami macet dan gagal berkembang sehingga tubuhnya terjun bebas ke daratan.


Atlet Sky Diving Erik Roner

Erik Roner (Facebook)


Erik Roner meninggal pada upacara pembukaan turnamen golf di California, AS pada 29 September 2015 lalu. Erik merupakan atlet sky diving atau terjun payung dengan papan luncur. Selain itu, Erik memang terkenal dengan kegilaan melakoni olahraga ekstrem lainnya seperti Base Jumper dan Motorcross

Dikutip dari Guardian, Atlet berusia 39 tahun itu gagal melakukan pendaratan saat beraksi membuka acara golf para selebriti. Roner menabrak sebuah pohon yang berada dilapangan golf dan terjerat tinggi diatas tanah.

Roner dikenal sebagai bagian dari acara Nitro Circus, sebuah acara MTV tentang motocross gaya bebas.

Rider BMX Taufan Munggaran



Taufan Munggaran (17) tewas usai beraksi di ajang Indonesia Open X Sports Champions ke-7 di Bandung. Insiden itu terjadi pada Sabtu 3 Oktober sore, sekitar pukul 16.30 WIB.

Taufan tengah mengikuti babak kualifikasi. Ia tergabung dalam group pro. Namun dalam aksinya, Taufan yang sedang memeragakan gaya no handler terjatuh. Dia pun meninggal saat dilarikan ke rumah sakit terdekat.

"Taufan saat itu tengah melakukan trik no handler yaitu melepas kedua tangan dengan kedua stang di perut, seperti terbang," ujar Pembina Bandung BMX Asep Tubagus Tresnadi ditemui di Telkom University, Minggu (4/10/2015).


(rvk/ndr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com