DetikNews
Selasa 22 September 2015, 16:36 WIB

Denpom Masih Bekerja Buktikan Oknum Anggota TNI Bunuh Ibu Hamil di Teluk Bintuni

Idham Kholid - detikNews
Jakarta - Kodam XVII/Cenderawasih membenarkan bahwa penyidik Denpom telah menerima berkas perkara kasus pembunuhan ibu hamil dan dua anaknya yang terjadi di Teluk Bintuni, Papua Barat. Oknum TNI yang diduga terlibat hingga kini masih berstatus terperiksa.

"Masih terperiksa. Nanti yang menyatakan yang bersangkutan bersalah kan pengadilan nanti. Kita masih terus bekerja untuk membuktikan," kata Kapendam Cenderawasih XVII/Cenderawasih Letkol Puji Teguh Puji Raharjo saat dihubungi, Selasa (22/9/2015).

Sebenarnya, kata Teguh, sejak awal Denpom telah bekerja dengan kepolisian terkait kasus itu. Menurutnya, pihaknya sangat kooperatif  apabila memang ada anggota yang mintai saksi dan lainnya.

"Saat ini memang kasus ini telah dilimpahkan ke POM. Nah POM ini sedang mendalami karena perlu alat-alat bukti yang bisa memperkuat adanya dugaan tersebut," sambungnya.

Teguh menambahkan, alat-alat bukti yang masih ditelusuri antara lain penggunaan IT seperti HP, dan forensik.

"Juga melakukan pendalaman kepada yang bersangkutan, sekarang sudah di POM Jayapura, sudah ditahan sementara untuk pendalaman," ujarnya.

Menurut Teguh, alat-alat bukti yang telah ada tersebut merupakan dari kepolisian dan juga penelusuran Denpom. Sebab, Denpom juga melakukan interogasi, membuat berita acara.

"Didalami lagi yang bersangkutan, apakah bagaimana dia melakukan itu. Dari alat bukti, saksi perlu kita periksa lagi. Dalam hal ini, POM sedang bekerja ya. Kepolisian sudah, kemudian kita dalami lagi," sebutnya.

Sementara itu, Teguh mengatakan, TNI juga akan menjatuhkan sanksi bila nanti oknum berinisial SJ itu terbukti bersalah atas kasus pembunuhan tersebut.

"Kan ada proses hukumnya ya, kalau yang melanggar pidana sanksinya sudah ada. Panglima mengatakan ya akan dihukum sesuai hukum yang berlaku baik hukum TNI maupun hukum sipil kan berlaku juga," pungkasnya.

Sebelumnya, Polda Papua Barat menuturkan, jenazah ibu hamil dan dua anaknya itu pertama kali ditemukan di rumahnya pada Kamis (27/9) malam. Berdasarkan penelusuran polisi, para korban diperkirakan dibunuh dua hari sebelumnya, (25/9) antara pagi dan siang waktu Indonesia timur.

"Yang menentukan tersangka kan bukan polisi, itu Denpom yang berwenang, polisi tak punya kewenangan untuk menetapkan tersangka," kata Kapolda Papua Barat Brigjen Royke Lumowa.

"Jadi, polisi menyerahkan (berkas) ke penyidik Denpom, yang menentukan (status tersangka) itu penyidik Denpom Kodam 17 Cenderawasih," tambahnya.
(idh/dra)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed