DetikNews
Minggu 20 September 2015, 17:41 WIB

Mantan Bos Distributor Rokok di Sukabumi Ini 3 Bulan Hidup Terpasung

Syahda Alamsyah - detikNews
Mantan Bos Distributor Rokok di Sukabumi Ini 3 Bulan Hidup Terpasung Foto: Syahdan
Sukabumi - Hidup memang misteri, itulah yang dialami Kusmayadi (45) warga Kampung Awilega RT 05 RW 05 Desa Prianganjaya, Kecamatan Sukalarang, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat ini. Sempat meraup sukses dari pekerjaannya sebagai bos distributor salah satu produk rokok, namun tiba-tiba usahanya hancur dan jatuh miskin. Istri dan anaknya pergi dan mengasingkannya, Kusmayadi kini hidup sendiri di samping lahan pesawahan dengan kaki terpasung.

Sorot mata Kusmayadi yang awalnya kosong seketika berbinar ketika detikcom menyambangi kediamannya sekira pukul 13.30 WIB, Minggu (20/9/2015). Mulutnya komat-kamit, tangannya mengepal seraya mengucap kalimat takbir.

"Allahu Akbar, Allah maha besar," teriaknya.

Ketua RT 05 Ade Wahyudin memberi peringatan agar tidak terlalu dekat saat mengambil gambar karena meski terlihat ramah, sikap Kusmayadi kadang-kadang bisa berbubah beringas. Itu pula yang menjadi alasan pria itu dipasung, selain sering melakukan pengrusakan Kusmayadi kerap mengamuk bahkan rumah orang tuanya hancur akibat ulah Kusmayadi.

"Dulunya dia itu distubutor salah satu produk rokok yang sukses, dia punya keluarga dengan dua orang anak. Tapi entah kenapa usaha yang dirintisnya itu hancur, apa yang dia dapatkan menghilang sekejap. Sejak saat itu dia mengalami depresi berat, dan akhirnya seperti sekarang," terang Ade Wahyudin.

Istri dan kedua anaknya meninggalkan Kusmayadi, saat ini mereka tinggal di rumah orang tuanya. Kusmayadi sempat dikabarkan sembuh, usai menjalani pengobatan kejiwaan di daerah Bogor. Namun itu tak bertahan lama baru beberapa hari tinggal di rumah orang tuanya Kusmayadi kembali melakukan pengrusakan di kampungnya dan kampung tetangga.

"Karena itulah, seizin orang tuanya kami memasung Kusmayadi menggunakan rantai di kaki dan tangannya, serta menjauhkannya dari perkampungan warga ini baru kita lakukan tiga bulanan ini," lanjut Ade.

Sehari-hari Kusmayadi tinggal dibawah terpal biru yang hanya ditopang dengan empat batang kayu. Untuk keperluan sehari-hari, Kusmayadi dikirimi makan oleh orang tuanya. Meski sering diberi baju ganti, Kusmayadi lebih memilih untuk menggunakan baju Gamis. Meski mengalami gangguan jiwa dia kerap membahas mengenai pemerintahan dan politik.

"Jokowi harus tegas menghadapi persoalan bangsa, jangan mau dipengaruhi asing untung saja saya golput jadi bebas mau ngomong apa juga," teriak Kusmayadi layaknya seorang pengamat.

Keluarga Kusmayadi ingin merumahkannya ditempat yang lebih layak. Namun karena keterbatasan biaya, dia terpaksa tinggal dengan keadaan seperti itu.

"Orang tuanya ingin membuat gubuk yang lebih layak, namun katanya gak ada biaya. Mau dibawa kerumah juga tidak mungkin karena kejiwaannya yang tidak stabil," tutup Ade.


(rvk/rvk)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed