DetikNews
Kamis 27 Agustus 2015, 20:47 WIB

Pasca Trigana Jatuh, Kemenhub akan Tingkatkan Kualitas 12 Bandara Perintis

Elza Astari Retaduari - detikNews
Pasca Trigana Jatuh, Kemenhub akan Tingkatkan Kualitas 12 Bandara Perintis Foto: Salah satu lapangan terbang di Papua (Foto: Dokumen Kemenhub)
Jakarta - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terus mengupayakan untuk mengurangi jumlah kecelakaan menyusul jatuhnya pesawat Trigana Air di Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua. Kini apa yang akan dilakukan Kemenhub?

Salah satu upaya yang tengah digarap Kemenhub adalah dengan mengubah sistem navigasi di 12 bandara penerbangan perintis yang ada di Indonesia. Ini guna meningkatkan keselamatan penerbangan.

"Kami saat ini tengah meningkatkan keselamatan navigasi dengan mengubah sistem di 12 bandara di antaranya Labuan Bajo, Bandara Sumenep, dan Bandara Oksibil," ungkap Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub Suprasetyo usai menerima penghargaan di Gedung Basarnas, Kemayoran, Jakpus, Kamis (27/8/2015).

Adapun peningkatan dilakukan dengan mengubah sistem informasi dari sistem Aeronautical Flight Information Services (AFIS) ke menara Area Aerodome Control (ADC). Nantinya sistem informasi penerbangan perintis akan dilakukan melalui menara ADC dan tidak hanya melalui sistem radio.

"Selain itu juga kami meminta kepada BMKG untuk terus memberikan pelayanan informasi tentang cuaca," kata Suprasetyo.

Untuk peningkatan pelayanan dan keamanan, kata Suprasetyo, dikebut dalam waktu 6 bulan. Sementara untuk penyelesaian pembangunan menara ADC dibutuhkan waktu sekitar setahun.

"Tower ADC mungkin butuh waktu satu tahun tapi hal-hal lain bisa dikerjakan dalam waktu 6 bulan. Paling tidak mengenai prosedur penerbangan seperti GPS," tuturnya.

Mengenai infrastruktur bandara sendiri disebut Suprasetyo sudah menjadi agenda pemerintah. Ia juga mengatakan, dalam penerbangan, unsur instrumen dan visual sama-sama penting.

"Bandara yang berada terdepan, terisolir dan rawan bencana itu yang jadi prioritas kami. Kalau perlu diperpanjang runway-nya jika memang ada lahannya," jelas Suprasetyo.

"Penerbangan di Indonesia tidak bisa menyalahkan kondisi cuaca. Saya berharap setiap penerbangan bisa mengantisipasinya dengan peningkatan kualitas bandara yang saat ini sedang dilakukan," sambungnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kabasarnas Marsdya FHB Soelistyo mengingatkan agar seluruh warga menciptakan budaya safety. Itu untuk semua moda perjalanan.

"Bukan hanya penerbangan, kita ciptakan budaya safety, cek dan ricek. Ancaman keselamatan, perfect dalam perencanaan,correct dalam pelaksanaan. Jika masih terjadi, ada yang perlu kita perbaiki," tandas Soelistyo.
(elz/dhn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed