detikNews
Sabtu 26 Februari 2005, 09:15 WIB

Bantah Pecah

Gerakan Pembaharuan PDIP Deklarasi di Surabaya

- detikNews
Jakarta - Setelah cukup lama tidak terdengar kabarnya, menjelang Kongres II PDIP tanggal 28 Maret 2005 mendatang, Gerakan Pembaharuan PDIP mulai unjuk gigi kembali. Hari Sabtu (26/2/2005) pk.13.00 WIB, mereka akan menyatakan deklarasi di Surabaya. Pendeklarasian ini bukan yang pertama, karena sebelumnya sudah pernah dilakukan di Semarang.\"Hari ini kami akan ke Surabaya untuk deklarasi. Ini lanjutan dari deklarasi di Semarang beberapa minggu lalu. Lalu besok kami akan ke Kebumen,\" kata Fungsionaris PDIP yang juga salah seorang motor Gerakan Pembaharuan, Sukowaluyo Mintohardjo, dalam perbincangan dengan detikcom, Sabtu (26/2/2005).Suko membantah isu yang mengatakan Gerakan Pembaharuan mulai terpecah belah. Menurutnya, gerakan ini tetap eksis dan para pentolannya pun masih saling kontak. \"Dalam deklarasi nanti pun diharapkan semua hadir, Pak Guruh, Pak Sophan, semuanya,\" tegasnya.Pernyataannya ini agak berlawanan dengan pernyataan Sophan Sophian sebelumnya, yang mengatakan dirinya sudah hampir tidak pernah berhubungan dan ikut serta dalam kegiatan Gerakan Pembaharuan.Namun, Suko tetap yakin Gerakan Pembaharuan akan selalu eksis. Ia juga menolak anggapan bahwa salah satu motor pembaharuan yang juga Ketua Umum Banteng Muda Indonesia (BMI), Roy BB Janis, sudah berpaling ke kubu Megawati, setelah beberapa waktu yang lalu BMI mencalonkan Mega sebagai Ketua Umum PDIP.\"BMI itu kan tidak ikut kongres nanti, tidak ada masalah. Pak Roy tetap salah satu nama yang diunggulkan sebagai calon ketua umum,\" ujarnya.Suko juga menegaskan, Gerakan Pembaharuan akan tetap mengajukan satu nama sebagai calon ketua umum PDIP dari lima nama yang diunggulkan, namun pengajuan itu tidak akan dilakukan dalam waktu dekat. \"Sabar saja, nama itu soal gampang, yang penting sudah ada pertemuan yang membicarakan itu,\" elaknya.Kelima nama yang dijagokan oleh Gerakan Pembaharuan adalah Roy BB Janis, Guruh Soekarnoputra, Arifin Panigoro, Laksamana Sukardi, dan Sophan Sophian.Dari hasil Konferensi Cabang Khusus (Konfercabsus) yang sebagian besar sudah selesai dilakukan di daerah dengan hasil mayoritas mencalonkan Mega sebagai ketua umum, Suko yang juga Ketua Lembaga Kajian Demokrasi PDIP mengaku tidak khawatir. Menurutnya, meskipun sebagian besar dari konfercabsus mencalonkan Mega sebagai ketua umum, namun mereka juga menolak adanya hak prerogatif pada ketua serta formatur tunggal.\"Sedangkan Mega tegas-tegas ingin tetap prerogatif dan formatur tunggal. Jadinya kan tidak klop,\" katanya.Seandainya Mega menerima usul penghapusan hak prerogatif dan formatur tunggal, menurut Suko Gerakan Pembaharuan masih memiliki syarat lain untuk mendukung Mega. \"Misalnya struktur kepengurusan DPP, harus ada ketua harian atau wakil ketua umum,\" tandasnya.


(ast/)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com