DetikNews
Senin 03 Agustus 2015, 11:34 WIB

Di Banjarmasin, Istri Minta Ganti Rugi Keperawanan Rp 100 Juta ke Suaminya

Andi Saputra - detikNews
Di Banjarmasin, Istri Minta Ganti Rugi Keperawanan Rp 100 Juta ke Suaminya Foto: Jupiterimages/Thinkstock
Banjarmasin - Di Surabaya, seorang istri meminta ganti rugi kehilangan keperawanan Rp 5 miliar ke suaminya saat digugat cerai. Di Banjarmasin, seorang perempuan memilih memasang harga Rp 100 juta untuk kasus serupa. Duh!

Kasus bermula saat Romeo (bukan nama sebenarnya) menikahi Juliet (bukan nama sebenarnya pula) di Kantor Urusan Agama (KUA) Banjarmasin Barat pada 2008 silam. Setelah menikah, mereka berdua tinggal bersama di rumah orang tua Juliet selama dua tahun dan setelahnya mengontrak di kota itu selama 2 tahun. Kebahagiaan rumah tangga itu semakin sempurna dengan kelahiran seorang anak laki-laki. 

Mahligai yang awalnya bahagia mulai terusik percekcokan sejak tahun 2011. Sebab Romeo yang berusia 31 tahun tidak mempunyai pekerjaan yang tetap, padahal rumah tangga mereka membutuhkan kebutuhan yang tak sedikit. Bahkan sejak Oktober 2013, Romeo tidak memberikan nafkah kepada Juliet yang berusia 4 tahun lebih muda. Percekcokan berlangsung berhari-hari hingga pada Desember 2013 mereka lalu pisah ranjang, Juliet kembali ke rumah orang tuanya.

Setelah mendapat izin dari atasannya, Juliet yang juga PNS itu lalu mengajukan gugatan cerai ke Pengadilan Agama (PA) Banjarmasin. Mendapati gugatan cerai ini, Romeo lalu melancarkan jurus maut di persidangan. Ia menyatakan jika istrinya hanya mencari-cari masalah untuk meminta cerai. Romeo mengaku telah memberi nafkah bulanan tetapi ditolak Juliet. Tidak hanya itu, Romeo mengaku mau diceraikan asalkan diberi uang penebus kasih sayang (uang mut'ah) sebesar Rp 50 juta.

"Memohon kepada ketua majelis hakim menjatuhkan hukuman kepada penggugat untuk memberikan uang mut'ah kepada tergugat Rp 50 juta," pinta Romeo sebagaimana dikutip dari website Mahkamah Agung (MA), Senin (3/8/2015).

Mendapati permintaan aneh ini, Juliet tidak tinggal diam. Ia lalu melancarkan serangan balik dan meminta Romeo bertanggung jawab atas keperawanannya yang hilang.

"Keserakahan suami saya yang meminta uang mut'ah Rp 50 juta, bukankah ini suatu pemerasan. Saya keberatan masalah ini. Apabila suami saya tetap berkeras minta uang mut'ah, saya juga menuntut minta dikembalikan keperawanan sebagai wanita atau dengan tebusan Rp 100 juta sebagai ganti rugi," gugat balik Juliet.

Perseteruan rumah tangga ini tidak terselamatkan. Mediasi yang dilakukan hakim tidak berhasil menyelamatkan rumah tangga tersebut. 

"Menjatuhkan talak satu bain sughra," putus majelis hakim.

Lantas bagaimana dengan permintaan uang ganti rugi Rp 100 juta untuk keperawanan? Majelis hakim yang diketuai M Alwi dengan anggota Thaberanie dengan Ida Sariani tidak mengabulkan sama sekali.

"Permintaan tidak berdasar hukum," putus majelis.
(asp/try)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed