detikNews
Sabtu 30 Mei 2015, 14:22 WIB

Laporan dari Istanbul

Lembaga Kemanusiaan IHH: 300 Ribu Orang Tewas dalam Krisis Suriah

M Iqbal - detikNews
Lembaga Kemanusiaan IHH: 300 Ribu Orang Tewas dalam Krisis Suriah Koordinator Hubungan Internasional dan Diplomasi IHH Izzet Sahin
Istanbul - Krisis kemanusiaan di Suriah atas penindasan Presiden Bashar al-Asaad ‎kepada rakyatnya yang menginginkan pergantian rezim, terjadi sejak Maret2011 hingga sekarang. Organisasi kemanusiaan terbesar di Turki, IHH (Insan Hak ve Hürriyetleri ve Insani Yardim Vakfi)‎ menyebut lebih dari 300 ribu orang tewas dalam konflik itu.

IHH atau Organisasi HAM, Kebebasan dan Bantuan Kemanusiaan yang berada di Turki ‎dan punya hubungan dengan PBB, mengirimkan bantuan besar-besaran ke Suriah sejak konflik itu meletus dan menewaskan banyak rakyat Suriah.

"Lebih dari 300 ribu orang tewas di Suriah. Itu angka resmi, tapi angka sesungguhnya lebih dari itu. Sebanyak 100 ribu orang hilang, kebanyakan mereka mati di penjara atau hilang begitu saja," kata ‎Koordinator Hubungan Internasional dan Diplomasi IHH Izzet Sahin saat diskusi bersama Forum Indonesia Peduli Syam (FIPS) yang dihadiri detikcom di kantor IHH, Istanbul, Turki, Jumat (29/5/2015).

Izzet mengatakan, akibat krisis kemanusiaan itu, lebih dari 4 juta warga Suriah mengungsi ke negara tetangga seperti Turki, Libanon, Jordania, Irak dan negara lain. Lalu sebanyak 6 juta lainnya kehilangan tempat tinggal karena operasi militer yang dilakukan rezim Bashar.

"Rezim (Bashar) melancarkan bom setiap hari, sampai hari ini. Setiap dua menit rakyat Suriah diguncang bom. Kami menghabiskan beberapa minggu di Damaskus untuk negosiasi dan memediasi antara rezim dengan oposisi, dan kami melihat mereka membom rata-rata tiap dua menit," paparnya dalam bahasa Inggris.

Izzet menambahkan, isu kemanusiaan di Suriah adalah penindasan terhadap rakyat sipil yang menginginkan kebebasan atau kemerdekaan. Namun isu ini tak disorot dunia internasional karena kemunculan ISIS. Padahal, ISIS hanya sebagian kecil dari 4 kelompok di Suriah selain Syiah, Sunni dan Kurdi.

"ISIS mendapat dukungan dari rezim Suriah, rezim Irak dan otoritas internasional dan mereka tidak membantu ‎rakyat sama sekali baik di Suriah maupun Irak," terangnya.

IHH, lanjut Izzet, sebagai organisasi independen, telah mendirikan banyak tempat pengungsian di beberapa kota di Suriah, sek‎olah-sekolah darurat, pabrik atau dapur, air bersih, dan menugaskan banyak relawan hingga hari ini untuk para korban rezim, termasuk bagi pengungsi di Turki.

"‎Ada 2 juta pengungsi Suriah di Turki hari ini. Lebih dari 1,5 juta di Libanon, begitu juga di Jordania, 500 ribu di Irak. Hampir 4 tahun, tidak ada yang tahu‎ seberapa lama krisis ini akan berlangsung," ujarnya.

"Kebijakan pemerintah Turki‎ bagi pengungsi Suriah sangat positif dan sangat membantu. Pemerintah membuka gerbang perbatasan bagi pengungsi dan tidak pernah ada yang dideportasi saat mereka masuk Turki. Sebesar US$ ‎6 miliar sudah dikucurkan dan tanpa bantuan dari internasional," imbuhnya soal peran pemerintah.

Izzet memaparkan, justru pada saat yang sama negara-negara di Eropa bersepaham untuk menghalau datangnya pengungsi Suriah ke negara mereka. Dari semua negara-negara di Eropa,‎ tak lebih dari 50 ribu pengungsi Suriah di seluruh Eropa. Sementara Turki ada 2 juta pengungsi.

"Tapi Pemerintah Turki tidak akan berhenti memberikan bantuan," pungkas Izzet.



  • Lembaga Kemanusiaan IHH: 300 Ribu Orang Tewas dalam Krisis Suriah
    Koordinator Hubungan Internasional dan Diplomasi IHH Izzet Sahin
  • Lembaga Kemanusiaan IHH: 300 Ribu Orang Tewas dalam Krisis Suriah
    Usai diskusi dengan FSPMI

(M Iqbal/Niken Widya Yunita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com