DetikNews
Rabu 27 Mei 2015, 19:21 WIB

Laporan Dari Best

Ketika Noni-noni Belanda Lenggak-lenggok Berbatik

Eddi Santosa - detikNews
Ketika Noni-noni Belanda Lenggak-lenggok Berbatik Foto: kbri den haag
Best - Memang belum sekaliber top model Doutzen Kroes, tapi noni-noni belia itu berlenggak-lenggok dengan luwes: mereka mempromosikan batik untuk busana casual dan musim panas.

Pemandangan noni-noni Belanda berbatik itu terlihat pada perhelatan Indonesian Day 2015 di Heerbeeck College, kota Best (dekat Eindhoven), Belanda baru-baru ini.

Menampilkan batik berbagai motif untuk casual dan summer outfit, noni-noni Belanda itu percaya diri memeragakan busana karya budaya negeri nun jauh di timur sana: Indonesia.

Mereka bukan diiringi musik latar Deep House dengan beat menghentak dan chorus effect yang menghipnotis, melainkan dari instrumen perkusi hidup berupa kendang. Kilatan lampu kamera dan aplaus pun menyambut meriah.

Sabine Bolk, seniman setempat, melalui fashion show ini hendak menunjukkan betapa batik penuh warna dan sangat cocok dipadu dengan busana keseharian masyarakat Barat.

"Kegiatan memperkenalkan budaya Indonesia ini sangat penting untuk terus mengeratkan hubungan antar masyarakat Indonesia dan Belanda di kota Best," ujar Wakil Walikota Best Peet van de Loo dalam sambutan pembukaan.

Menurut Van de Loo, pihaknya menyadari bahwa banyak warga di kotanya yang mempunyai ikatan dengan Indonesia, sehingga hubungan baik perlu terus dibina.

"Salah satunya melalui seni budaya," pungkas Van de Loo.

Sementara itu Kuasa Usaha Ad Interim KBRI Den Haag Ibnu Wahyutomo menyampaikan beberapa seni budaya Indonesia yang sebenarnya dipengaruhi oleh budaya Eropa.

"Seperti Keroncong Tugu itu dipengaruhi oleh budaya Portugis, sebaliknya Tanjidor juga ada pengaruh Belanda," papar KUAI seraya menjelaskan berbagai kuliner khas Indonesia seperti Kerak Telor, Gado-Gado dan sejarah kota Jakarta sejak zaman Belanda.

KUAI mengapresiasi kerjasama yang sudah terjalin dengan kota Best dan mengharapkan kerjasama tersebut akan terus berlanjut. Secara khusus juga disampaikan terima kasih kepada Stichting Hibiscus (Yayasan Bunga Sepatu, red), yang terus aktif mempromosikan Indonesia di kota Best.

Seusai sambutan, KUAI memanfaatkan peluang untuk berdialog dengan warga Belanda yang mempunyai hubungan dengan Indonesia, antara lain dengan Henny Damen dari Stedelijk College, yang mengatur pertukaran pelajar dengan salah satu sekolah di Yogyakarta.

Henny dengan bangga menceritakan kegiatannya dalam program pertukaran antar sekolah, termasuk program sosial untuk membantu salah satu panti asuhan di Yogyakarta.

Selain fashion show juga ditampilkan Tari Sirahut Soban, Topeng Betawi, Kicir-kicir, Renggong Manis, Lenggang Kembang dan Jejer Jaran Dhawuk, yang dimainkan oleh penari dari Wahana Budaya Nusantara, Permata dan Dansschool Batico.

Dan...apa yang terjadi, terjadilah. Penari-penari cantik Belanda pun bergerak lincah mengikuti irama.

Sebelumnya, acara di aula sekolah menengah Heerbeeck College (17/5/2015) itu dibuka dengan Tari Indang Badinding, disusul demonstrasi Pencak Silat oleh para pendekar Belanda yang tergabung dalam Perguruan Pencak Silat Permasit.

"Tidak lengkap rasanya jika Indonesian Day tidak menampilkan musik tradisional Indonesia," cetus Ine Waworuntu, pemrakarsa acara.

Denting musik angklung pun memperkuat atmosfir Indonesia pada hari itu, dengan lagu-lagu dari Aceh sampai Papua, antara lain Bengong Jeumpa, Tak Tong Tong, Dayuang Palinggang, Hela Rotane, hingga Yamko Rambe Yamko.

Acara Indonesian Day 2015 masih dimeriahkan dengan workshop tari dan masak-memasak kuliner Indonesia, pameran foto, stand paket perjalanan wisata ke Indonesia, bazar makanan dan souvenir khas Indonesia.

Berbagai jenis kain batik, topeng, hiasan rumah, sampai bibit pohon cabe rawit turut dijual. Dari deretan makanan antara lain ada nasi goreng, nasi kuning, empek-empek, bakso, sate ayam, sate kambing, sate padang, gado-gado, bermacam-macam bumbu hingga aneka camilan dan sambal.

Indonesian Day menurut keterangan Minister Counsellor Pensosbud Azis Nurwahyudi kepada detikcom adalah kegiatan tahunan, yang diprakarsai oleh Yayasan Bunga Sepatu pimpinan Ine Waworuntu dan didukung oleh pemerintah Kotapraja Best.

"Rangkaian acara akan diteruskan dengan business dinner dengan mengundang para pengusaha lokal pada September mendatang," demikian Azis.


(Eddi Santosa/Eddi Santosa)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed