DetikNews
Rabu 27 Mei 2015, 15:15 WIB

MKD Pernah Terima Laporan Ijazah Palsu Anggota F-PDIP, Tapi Tak Terbukti

Indah Mutiara Kami - detikNews
MKD Pernah Terima Laporan Ijazah Palsu Anggota F-PDIP, Tapi Tak Terbukti
Jakarta - Selain mendapat pengaduan tentang dugaan gelar doktor palsu anggota DPR F-Hanura Frans Agung Mula Putra, Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) juga menerima laporan soal ijazah palsu anggota F-PDIP Jalaluddin Rahmat. Namun, aduan itu tidak terbukti.

"Dari sekretariat ada laporan. Yang satu adalah Kang Jalal (Jalaluddin Rahmat) PDIP tentang keaslian ijazah, itu sudah diproses. Yang satunya (Hanura) dijajaki dulu. Mudah-mudahan hanya dua," kata Ketua MKD Surahman Hidayat di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (27/5/2015).

Surahman menjelaskan bahwa laporan untuk Jalal berasal dari masyarakat. MKD sudah bersidang dan menyatakan bahwa ijazah Jalal dinyatakan asli.

"Tidak terbukti palsu," ucapnya.

Surahman menjelaskan bahwa ijazah Jalal asli namun belum dilegalisasi oleh Dikti. Aturan soal legalisasi itu baru muncul belakangan dan cukup rumit.

"Ijazahnya ada asli, tapi tidak dilegalisasi oleh Dikti, karena aturan itu baru belakangan ini untuk ijazah luar negeri. Karena ijazah Jalal itu kan sudah lama dari luar negeri dan waktu itu belum legalisasi. Juga persyaratan legalisasi sulit dipenuhi, seperti fotocopy paspor, visa dan itu sudah diketahui," papar Surahman.

Kini, ada kasus baru yaitu terkait dugaan gelar doktor palsu anggota F-Hanura Frans Agung MP. Untuk kasus seperti ini, Surahman belum bisa memperkirakan sanksi apa yang akan dijatuhkan.

"Sanksi itu kalau terbukti bersalah. Ya kalau sanksi itu tergantung tingkat pelanggaran, kalau ringan ya ringan, sedang ya sedang, berat ya berat," ujarnya.




(Indah Mutiara Kami/Ahmad Toriq)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed