DetikNews
Kamis 21 Mei 2015, 11:10 WIB

Ini Cara Pengujian Sucofindo pada Bulir Beras yang Dibuat dari Plastik

- detikNews
Ini Cara Pengujian Sucofindo pada Bulir Beras yang Dibuat dari Plastik Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi menunjukan beras bercampur bahan plastik (Foto: Aditya/detikcom)
Jakarta - Sucofindo menguji 2 sampel beras dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Bekasi. Masing-masing sampel yang diuji seberat 250 gram. Bagaimana cara pengujiannya?

"Untuk saat ini kita melakukan penelitian secara fisik dengan mengidentifikasinya dari 2 sampel yang diterima dari Disperindag. Dilihat secara fisik atau kasat mata, penampakannya dilihat secara fisik sama persis dengan beras pada umumnya," jelas Kepala Bagian Pengujian Laboratorium Sucofindo, Adisam ZN.

Hal itu disampaikan Adisam di acara pemberitahuan identifikasi dini untuk membedakan mana beras asli dan palsu di kantor Wali Kota Bekasi, Jl Ahmad Yani, Bekasi, Kamis (21/5/2015). Sucofindo adalah BUMN di bidang bidang pemeriksaan, pengawasan, pengujian, dan pengkajian.
Acara ini dihadiri oleh Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi.

"Lalu kita menggunakan media alat yaitu screening spectrum infrared, apakah benar sampel beras itu diduga mengandung bahan plastik polimer? Dan setelah kota teliti menggunakan alat spectrum diketahui kalau sampel beras itu mengandung senyawa polyvinyl chloride, yang biasa ditemukan di kabel, pipa PVC, atau produk industri yang menggunakan bahan plastik," papar dia.

Setelah itu pihaknya melakukan identifikasi lagi dengan alat yang lebih sensitif, yaitu kromatografi massa.

"Ditemukan karakteristik senyawa plastizer atau pelembut, biasa digunakan pada kabel untuk mudah dibentuk dan tidak kaku. Kesimpulannya, sampel beras ini ada dapat unsur senyawa tambahan dari luar atau dicampur, oplosan," ungkapnya.

Dari masing-masing sampel beras seberat 250 gram yang diuji, terdapat nilai protein sebesar 7,38% beras asli dan ada campuran klorida sekitar 6,76% dalam beras campuran dari bahan lain dan bahan beras asli.

"Beras ini tidak mungkin senyawa ini berasal dari alam. Kemungkinan sengaja ditambahkan atau di-mix dengan beras asli," ungkapnya.


(Nograhany Widhi K/Nurul Hidayati)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed