detikNews
Kamis 23 April 2015, 12:46 WIB

Kemdikbud Bersyukur Acara Pesta Bikini Anak SMA Dibatalkan

Salmah Muslimah - detikNews
Kemdikbud Bersyukur Acara Pesta Bikini Anak SMA Dibatalkan
Jakarta - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) bersyukur acara pesta bikini 'Splash after Class' untuk siswa SMA dibatakan. Hal itu sesuai dengan harapan Kemdikbud.

"Kami bersyukur kalau itu dibatalkan, berarti mereka perhatian pada masyarakat. Kalau pihak hotel dan penyelenggara membatalkan, itu hal yang positif bagi kami," kata Kepala Pusat Informasi dan Humas Kemdikbud Ari Santoso saat dihubungi detikcom, Kamis (23/4/2015).

Menurut Ari memang acara seperti itu tak patut digelar untuk pelajar. Kemdikbud mengimbau agar siswa tidak ikut-ikutan mengikuti hura-hura seperti itu.

"Memang tidak sepatutnya, tidak sesuai dengan budaya bangsa Indonesia. Kami imbau untuk seluruh siswa tidak mengikuti pesta seperti itu," ucapnya.

Ari mengingatkan masih banyak hal yang harus disiapkan siswa setelah UN, misalnya saja mendaftar dan belajar agar bisa masuk ke perguruan tinggi favorit.

"Karena seusai UN itu ada sesuatu ke depannya. Boleh mereka bersuka ria tapi masih dalam batas-batas normatif. Merayakan UN itu kan haknya masing-masing tetapi norma susila dan aturan akan ada itu yang tetap harus diperhatikan," kata Ari.

Soal penyelenggara pesta bikini, Kemdikbud mengatakan itu merupakan pihak luar dan tidak ada hubungannya dengan Kementerian/Dinas Pendidikan. Sehingga bukan ranah Kemendikbud untuk berbicara terkait penyelenggara.

"Nampaknya memang penyelenggaranya dari pihak luar. (Urusan) Pihak yang berwajib itu mestinya," tutup Ari.

Pesta bikini good bye UN bertema Splash after Class yang mewajibkan pesertanya memakai busana bikini summer dress dibatalkan oleh pihak EO Devine Production dan Hotel Media and Towers yang ketempatan acara. Keputusan ini ditempuh setelah pihak EO banyak mendapat kritikan lewat media sosial. Pihak hotel juga mengaku tak tahu bahwa acara itu diperuntukkan bagi pelajar di bawah umur. Sekolah-sekolah yang namanya masuk jajaran supported by juga berang karena nama mereka dicatut di klip undangan di Youtube. Klip itu sekarang sudah dihapus.


(slm/nrl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com