detikNews
Rabu 01 April 2015, 22:02 WIB

Gajah Terancam Punah, Pemkab Bengkalis Diminta Hentikan Proyek Jalur Lingkar

- detikNews
Pekanbaru, - Proyek jalan lingkar di Bengkalis yang memutus jelajah wilayah gajah kian diprotes. Proyek dengan ruas jalan sepanjang sekitar 30 kilometer dan lebar 16 meter ini diminta segera dihentikan lantaran bersinggungan dengan area jelajah gajah kelompok Balai Raja.

Sehingga, Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus) kian terdesak dengan adanya pembukaan jalan alternatif lintas timur Sumatera di sekitar kawasan hutan margasatwa Balai Raja, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau. Ketua Forum Konservasi Gajah Indonesia (FKGI) Krismanko Padang menegaskan pembukaan jalan tersebut harus dihentikan karena akan memperparah konflik gajah dan manusia.

"Semenjak jalan ini dibangun, kelompok gajah Balai Raja tidak pernah kembali ke sini. Pada pekan lalu, kelompok gajah ini berkonflik dengan manusia di Desa Koto Pait yang mengakibatkan satu warga meninggal dunia ," ujar Krismanko dalam siaran persnya yang diterima detikcom, Rabu (1/4/2015).

Dari tinjauan lapangan FKGI belum lama ini, kata Krismanko, dua unit alat berat diparkir di wilayah Suaka Margasatwa (SM) Balai Raja. Pembangunan jalan tersebut dihentikan sementara menyusul berbagai aksi protes yang dilakukan oleh sejumlah aktivis lingkungan. Alat berat tersebut ditengarai tengah menimbun area hutan rawa yang kerap digunakan kelompok gajah Balai Raja untuk beristirahat.

"(Daerah konservasi gajah) dalam kondisi sangat tidak layak karena sudah berubah menjadi area perkebunan dan permukiman masyarakat. SM Balai Raja dengan luas sekitar 20 ribu hektar yang ditetapkan pemerintah untuk daerah konservasi gajah hampir seluruhnya telah diokupasi masyarakat," kata Krismanto.

Dia menyebutkan, diperlukan komitmen dan upaya yang sangat besar untuk memperbaiki kawasan tersebut agar layak menjadi habitat gajah.

"Kelompok gajah Balai Raja yang diperkirakan hanya berjumlah 30-an ekor ini berlindung di spot-spot hutan rawa dan menjadikan tanaman perkebunan masyarakat seperti sawit serta karet sebagai sumber makanan," terangnya.

Humas Pemkab Bengkalis, Johansya kepada detikcom mengatakan, bahwa proyek pembangunan jalan lingkar di Duri bertujuan untuk memecahkan kemacetan. "Saya kira dalam pengerjaan jalan tersebut, tentunya sudah ada kajian yang mendalam. Jadi kami kira tidak ada masalah terkait pembangunan jalan tersebut," kata Johansyah.


(cha/tfn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed