DetikNews
Minggu 15 Maret 2015, 03:09 WIB

Cerita Anak Haryanto Taslam Tentang Perjuangan Ayahnya Melawan Penyakit

Aditya Fajar Indrawan - detikNews
Cerita Anak Haryanto Taslam Tentang Perjuangan Ayahnya Melawan Penyakit suasana di rumah duka (Adit/detikcom)
Jakarta - Politisi senior Haryanto Taslam tutup usia malam tadi. Sempat dikira mengidap penyakit gagal ginjal, ternyata Haryanto meninggal akibat menderita penyakit langka, Autoimun Miastenia Gravis atau myasthenia gravis.

"Penyakitnya ini menurut dokter agak langka karena menyerang auto immune system, sehingga seluruh sarafnya ter-block oleh sistem imun. Sempat tenggorokannya bapak juga sudah sulit menelan obat," ujar anak Haryanto, Ragil Parakesit sesaat setelah ayahnya menghembuskan nafas terakhir di RS Medistra, Jl Gatot Soebroto, Jaksel, Sabtu (14/3/2015) malam.

Padahal menurut Ragil, sang ayah sangat tergantung dengan obat. Bukan hanya itu saja perjuangan Haryanto melawan penyakit yang ia deritanya. Mantan loyalis Pro Megawwati (PDIP) tersebut sempat terserang diare akibat efek samping obat.

"Karena itu kita coba dengan mengurangi dosisnya, walau mau tidak mau bapak harus tetap minum obatnya," kata Ragil.

Kondisi Haryanto sempat berangsur-angsur membaik. Namun politisi Gerindra itu sempat tersedak padahal menurut dokter jangan sampai hal itu terjadi. Beruntung akibatnya tidak fatal. Hanya Tuhan berkata lain, kondisi Haryanto kembali memburuk.

"Kemarin kamis (12/3) malam sudah sesak nafasnya. Jumat (13/3) siang bapak ke kamar mandi. Nggak jatuh atau terpeleset, hanya terduduk di kloset dan paru-paru bapak sudah tidak bernafas," Ragil menjelaskan.

Pihak keluarga lantas segera membawa Haryanto ke rumah sakit dan selama dalam perjalanan tetap berupaya membuat aktivis 1998 itu tetap sadar dengan menggunakan alat pompa jantung. Haryanto pun kritis dan dirawat di kamar ICCU selama satu hari.

"Selama di ruang ICCU bapak sudah nggak sadarkan diri, sempat sadar hanya nggak lama. Hingga akhirnya kondisi bapak makin menurun," ucap anak bungsu Haryanto itu sedih.

Dari berbagai sumber yang dihimpun, penyakit Autoimun Miastenia Gravis ini memang terbilang sebagai penyakit langka. Penyakit ini merupakan penyakit gangguan auto imun yang mengganggu sistem gabungan saraf. Bagi penderita penyakit ini, sel antibodi tubuh atau kekebalan akan menyerang sambungan saraf yang mengandung acetylcholine, yaitu neurotransmiter yang mengantarkan rangsangan dari saraf satu ke saraf lainnya.

Jika reseptor mengalami gangguan maka akan menyebabkan defisiensi, akibatnya komunikasi antara sel saraf dan otot terganggu sehingga menyebabkan kelemahan otot. Hingga saat ini masih belum diketahui apa penyebab pasti penyakit ini.

Haryanto mengembuskan nafas terakhir pada Jumat (14/3) malam sekitar pukul 20.55 WIB. Saat ini jenazahnya sudah berada di rumah duka di bilangan Duren Sawit, Jakarta Timur. Rencananya ia akan dikebumikan pagi ini, Minggu (15/3/2015) pada pukul 10.00 WIB.

Sebelumnya sahabat Haryanto, Eros Djarot mengatakan pria yang sempat diculik ketika memperjuangkan reformasi itu sudah lama mengidap penyakit. Namun Haryanto tak pernah memberi tahu teman-temannya.

"Beliau tidak pernah memberitahukan tentang penyakitnya kepada orang lain. Sebelumnya memang sudah 3 kali dalam seminggu cuci darah," tukas Eros, Jumat (13/3).


(ear/rvk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed