detikNews
Jumat 13 Februari 2015, 15:44 WIB

Eks Bupati Lampung Timur Masih Buron, Jaksa Agung: Nyari Orang Susah!

- detikNews
Jakarta - Bupati Lampung Timur periode 2005-2010, Satono dipidana 15 tahun. Dia terbukti melakukan korupsi APBD sebesar Rp 119 miliar. Satono pada 2012 itu kabur dan belum ditemukan hingga kini. Bagaimana perkembangan proses perburuannya?

"Kan dicari, nyari orang itu kan susah, nggak seperti nyari benda mati kan. Kalau kalian tahu tempatnya dimana, kasih tahu saya," kata Jaksa Agung Prasetyo di kantornya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (13/2/2015).

Senada dengan Jaksa Agung, Jaksa Agung Muda pada Tindak Pidana Khusus, Widyo Pramono juga mengatakan hal yang sama saat ditanya bagaimana perkembangan pencarian Satono.

"Anda kalau mengetahui posisi bupati itu, sampaikan ke saya. Saya siap untuk eksekusi pertama kali. Tetapi harta kekayaan dia sudah kita sita‎," kata Widyo di depan gedung bundar.

Berikut perjalanan kasus Satono dalam catatan detikcom, Selasa (6/1/2015):

2005-2008

Satono menggerogoti APBD yang disimpan di BPR Tripanca Setiadana. Satono main mata dengan pihak bank sehingga dana rakyat yang disimpan di BPR itu sebesar Rp 119 miliar amblas.

24 Maret 2009

BI mencabut izin PT BPR Tripanca Setiadana

21 Agustus 2010

Satono menggugat UU Pemda ke Mahkamah Konstitusi (MK). Ia tidak terima diberhentikan sementara karena menjadi tersangka.

21 Desember 2010

Sidang perdana atas terdakwa Satono digelar dengan agenda membacakan dakwaan.

26 September 2011

Jaksa menuntut Satono dijatuhi hukuman 12 tahun penjara.

17 Oktober 2011

Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Lampung membebaskan Satono

27 Oktober 2011

Jaksa mengajukan kasasi

19 Maret 2012

Mahkamah Agung menghukum Satono selama 15 tahun penjara. Duduk sebagai majelis kasasi yaitu Djoko Sarwoko, Prof Dr Komariah Emang Sapardjaja, Leopold Luhut Hutagalung, Prof Dr Krisna Harahap dan MS Lumme.

Mendengar ia dihukum 15 tahun, Satono ambil langkar seribu.

April 2012

Satono dinyatakan buron. Jaksa tidak bisa mengeksekusi putusan MA.

6 Juli 2012

Kejaksaan Agung mulai menyelidiki peran jaksa dalam kaburnya Satono.

5 Januari 2015
Jaksa Agung Prasetyo belum mendeteksi keberadaan Satono. "Nyari orang kan lebih sulit dari nyari yang lain," ujar Prasetyo.


(idh/ndr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com