DetikNews
Rabu 21 Januari 2015, 18:11 WIB

Tragedi AirAsia

AirAsia Naik Cepat Capai 37 Ribu Kaki dan Hilang di Ketinggian 24 Ribu Kaki

- detikNews
AirAsia Naik Cepat Capai 37 Ribu Kaki dan Hilang di Ketinggian 24 Ribu Kaki Grafik pesawat AirAsia yang menanjak cepat, kemudian menukik
Jakarta - Menteri Perhubungan Ignasius Jonan mengatakan pesawat AirAsia menukik cepat dalam waktu 1 menit, kemudian turun dan hilang. Berapa sebenarnya ketinggian puncak yang dicapai AirAsia itu dan berapa ketinggian saat hilang?

Dari dokumen bahan rapat kerja Kemenhub dengan Komisi V DPR pada Selasa (20/1/2015) malam yang didapatkan wartawan, terlihat menit-menit terakhir berdasarkan data radar, seperti berikut:

23:16:11,577 (UTC/Coordinated Universal Time, +7 untuk WIB)

Flight Level (FL) 320 atau 32 ribu kaki

23:16:33,882

Masih di FL 320 atau 32 ribu kaki

23:17:1,7889

Mulai naik ke FL 321 atau 32,1 ribu kaki

23:17: 43,210

Diketahui titik puncak tertinggi AirAsia menanjak, yakni di FL 373,5 atau 37,35 ribu kaki.

23:19:46,352

Ketinggian AirAsia terakhir terdeteksi di FL 240 atau 24 ribu kaki

Dari grafik di atas, bisa dilihat bahwa AirAsia menanjak dari ketinggian 32.100 kaki ke ketinggian 37.350 kaki, atau naik setinggi 5.250 kaki hanya dalam waktu 41,4211 detik.

Data grafik tersebut dipaparkan Menhub Jonan, yang disebutnya berasal dari data radar. Dalam rapat kerja dengan DPR, Jonan membeberkan data terakhir QZ8501 dari ATC, pesawat nahas itu tiba-tiba mengalami kecepatan tinggi hingga ketinggian 6.000 kaki dan mendadak berhenti kemudian menghilang.

"Tidak normal untuk bergerak menanjak seperti itu, sangat jarang bagi pesawat komersial, yang biasanya naik hanya setinggi 1.000 sampai 2.000 kaki per menit. Hal ini hanya bisa dilakukan pesawat jet tempur," kata Jonan seperti disadur dari BBC.

Hari ini, Jonan dikonfirmasi kembali. Namun dia menegaskan tidak menyebutkan 'stall' untuk kondisi yang dialami pesawat AirAsia itu.

"‎Saya nggak jelaskan itu stall, kalau jatuh pasti jatuh. Kalau nggak stall nggak jatuh dong. Jadi saya sudah jelaskan, pesawat itu naik beberapa feet dalam satu menit terus setelah itu turun, ya pesawat turun dong," jelas Jonan saat dikonfirmasi lagi mengenai pernyataannya di rapat Komisi V DPR pada Selasa (20/1/2015) malam kemarin tentang AirAsia yang naik cepat dan turun tiba-tiba.

Data yang disampaikan Menhub Jonan adalah fakta baru. Sebelumnya, data ketinggian AirAsia QZ8501 didapatkan dari AirNav Indonesia, di mana ketinggian terakhir diketahui 32 ribu kaki atau FL 320. Saat itu, pesawat AirAsia memang meminta naik ke ketinggian 34 ribu kaki.

Berikut menit terakhir hilangnya pesawat AirAsia yang disampaikan AirNav Indonesia pada 31 Desember 2014 lalu:

Pukul 06.12 WIB

AirAsia meminta menyimpang ke kiri sejauh 7 mil dan naik ketinggian. Saat itu juga, ATC langsung meresponsnya dengan mengizinkan AirAsia menyimpang ke kiri sejauh 7 mil. Untuk naik ketinggian, ATC meminta pilot mempertahankan ketinggian dulu pada level 32 ribu kaki.

"Roger, AirAsia QZ8501," demikian respons pilot AirAsia seperti disampaikan Direktur Safety dan Standard AirNav Indonesia Wisnu Darjono pertanda konfirmasi arahan ATC, Selasa (30/12/2014).

Saat itu ATC melihat 7 pesawat melintas di sekitar AirAsia. ATC mengukur jarak aman dulu sebelum memutuskan memberikan izin AirAsia naik ketinggian.

Pukul 06.12-06.14 WIB

"Selama 2 menit dari permintaan QZ8501, kita (ATC) mengukur jarak aman terlebih dahulu baru mengizinkan naik ketinggian," imbuh Wisnu.

Wisnu menjelaskan jarak aman untuk naik ketinggian yakni berjarak 10 mil dari pesawat lain. Serta, pada saat yang bersamaan, ada 3 pesawat lain yang terbang sejalur dengan Air Asia QZ8501 di jalur M-635 yakni Emirates 406, Air Asia 502, Air Asia 550.

"Berdasarkan radar yang kita miliki, rata-rata jarak aman kurang lebih 10 mil dengan pesawat lain, jarak aman supaya tidak menyenggol pesawat yang lain," terangnya.

"Terus setiap hari di jalur M635 ada sekitar 140 sampai 160 pesawat yang terbang," sambungnya.

Pukul 06.14 WIB

ATC mengontak pesawat AirAsia untuk mengizinkan naik ketinggian di 34 ribu kaki dari 32 ribu kaki. Namun, AirAsia tidak merespons. ATC mengontak AirAsia 8 kali, tetap tidak ada respons.

Pukul 06.17 WIB

AirAsia hanya tampak sinyal ADS-B saja sampai pukul 06.18 WIB, AirAsia sama sekali hilang dari radar.

  • AirAsia Naik Cepat Capai 37 Ribu Kaki dan Hilang di Ketinggian 24 Ribu Kaki
    Grafik pesawat AirAsia yang menanjak cepat, kemudian menukik
  • AirAsia Naik Cepat Capai 37 Ribu Kaki dan Hilang di Ketinggian 24 Ribu Kaki
    Grafik pesawat AirAsia yang menanjak cepat, kemudian menukik

(nwk/nwk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed