detikNews
Rabu 31 Desember 2014, 20:59 WIB

AirAsia Ditemukan

Bantu Identifikasi, Imigrasi Serahkan 162 Data Paspor Penumpang QZ8501

- detikNews
Bantu Identifikasi, Imigrasi Serahkan 162 Data Paspor Penumpang QZ8501
Surabaya -

Membantu proses identifikasi, Kantor Imigrasi Klas I Khusus Surabaya menyerahkan data paspor penumpang AirAsia. Sebanyak 162 data diberikan imigrasi ke Polda Jatim dan Pemkot Surabaya.

Kepala Kantor Klas I Surabaya, Enang Syamsi berharap data yang diberikannya bisa mempermudah proses identifikasi jenazah. "Ini fotonya sudah dibesarkan, ada juga data sidik jari juga," katanya pada wartawan di Crisis Center Juanda, Surabaya, Rabu (31/12/2014).

162 data itu terdiri dari 155 penumpang dan 7 kru AirAsia dengan rincian 3 paspor yang dikeluarkan perwakilan Indonesia dari Singapura, 1 paspor dari perwakilan Indonesia di Taipe dan 1 paspor diterbitkan perwakilan Indonesia di Melbourne, Australia.

"Kelima paspor itu dimilki warga Indonesia yang diduga tinggal di negara tersebut," ungkap Enang.

Selain paspor yang dikeluarkan perwakilan Indonesia di beberapa negara, data yang diberikan pihaknya juga 4 paspor yang dikeluarkan dari Kantor Imigrasi Makassar, 3 paspor dari Mataram, 3 paspor dari Tarakan, 3 paspor dari Madiun, 2 paspor dari Blitar, 1 paspor dari Kediri dan 1 paspor dari Labuan Bajo.

Sementara dari Kantor Imigrasi Tanjung Perak Surabaya, ada 28 paspor. Sedangkan dari Kantor Klas I Khusus Surabaya terdapar 56 paspor dan 43 paspor dari Kantor Imigrasi Malang.

Untuk kru pesawat, ada 7 paspor. Enam diantaranya warga negara Indonesia dan 1 orang paspor warga negara Prancis. Selain warga negara Indonesia, terdapat pula 6 warga negara asing terdiri dari 3 paspor asal Korea Selatan, 1 paspor asal Malaysia, 1 paspor asal Singapura dan 1 paspor asal Inggris.

Enang mengatakan 10 menit setelah pesawat AirAsia QZ8501 dinyatakan hilang kontak, pihak imigrasi langsung mengumpulkan seluruh data penumpang. Data awal diambil berdasarkan daftar penumpang yang ada di Air Asia.

"Data kan sudah online system antara list passenger, imigrasi dan bea cukai," ujarnya.

Enang berharap data itu bisa langsung ditindaklanjuti oleh Pemerintah Kota Surabaya dan Polda Jawa Timur. Selain orang dewasa, pihak imigrasi juga telah mencetak sidik jari anak-anak yang berusia di atas 5 tahun.


(ze/vid)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed