DetikNews
Rabu 31 Desember 2014, 21:50 WIB

Live Update Pencarian Korban AirAsia QZ8501 Hari Keempat

- detikNews
Live Update Pencarian Korban AirAsia QZ8501 Hari Keempat dok. TNI AL
Jakarta -

Pesawat AirAsia QZ8501 sudah dipastikan jatuh ke lautan. Memasuki hari keempat, proses evakuasi jenazah korban terus dilakukan. Sejauh ini ada tujuh yang sudah dievakuasi. Bagaimana perkembangannya?

Setelah tiga hari melakukan pencarian, akhirnya serpihan dan jenazah pesawat dipastikan berada di koridor V, dekat dengan perairan Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah. Sejumlah barang ditemukan, seperti koper, ransel makanan, dan serpihan pesawat.

detikcom akan melaporkan secara update dari waktu ke waktu mengenai proses pencarian penumpang dan kru pesawat tersebut. Anda bisa memantaunya di halaman ini setiap harinya.

Berikut beberapa peristiwa dan informasi yang terangkum di hari Rabu (31/12/2014):

 

Pukul 21.20 WIB

Segala hal terus dilakukan oleh tim penyelamat untuk menemukan penyebab utama jatuhnya pesawat AirAsia QZ8520 yang jatuh di Laut Jawa dekat Selat Karimata, Kalimantan Tengah pada 28 Desember lalu. Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) saat ini telah mengantongi rekaman percakapan dari pihak ATC kepada pilot AirAsia QZ8510.

Pukul 20.34 WIB

Dentuman yang didengar oleh Rahmat (44), nelayan yang melaut di sekitar Pulau Senggaro rupanya bertautan dengan saksi lain. Adalah Hartono (36) yang juga nelayan dan melihat detik-detik AirAsia QZ8501 menghilang.

Pukul 19.20 WIB

Ada perubahan data yang disampaikan tim evakuasi AirAsia QZ8501. Ternyata jenazah yang berhasil dievakuasi baru 6, bukan 7 seperti yang disampaikan sebelumnya.

Dengan adanya pembaruan data tersebut, sehingga data jenazah yang telah dievakuasi, yaitu:

- 1 Jenazah di KRI Bung Tomo
- 1 Jenazah di KRI Yos Sudarso
- 1 Jenazah di KRI Hasanuddin
- 1 Jenazah di Kapal Perang Malaysia KD Lekir
- 2 Jenazah sudah di Surabaya

Pukul 19.00 WIB

Proses evakuasi AirAsia QZ8501 terhalang cuaca buruk. Tingginya ombak dan kecepatan angin menghambat kelancaran proses evakuasi. Begini gambarannya:

 

 

 

Pukul 17.02 WIB

Sekitar pukul 16.32 WIB, rombongan mobil yang membawa dua jenazah penumpang AirAsia QZ8507 tiba di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jatim, Jalan A Yani, Surabaya. Nantinya, pihak DVI Polda Jatim akan mencocokkan DNA jenazah dengan keluarga.

Pukul 16.51 WIB

Sonar KRI Bung Tomo menangkap badan pesawat AirAsia. Sonar itu berada di kedalaman air 30 meter. Lokasinya tak jauh berada di sekitar jenazah dan serpihan AirAsia yang mengambang di sekitar perairan Pangkalan Bun.


Pukul 16.16 WIB
 
Jenazah perempuan yang diduga Hayati Lutfiah dievakuasi KRI Bung Tomo. Dari ciri-ciri yang disebutkan oleh Komandan KRI Bung Tomo Kolonel Kolonel Laut Yayan Sofyan, keluarga mengidentifikasi bahwa jenazah itu adalah Hayati.

 

Pukul 16.00 WIB


Saksi kunci yang mendengar suara dentuman pesawat AirAsia QZ8501 angkat bicara. Setelah suara dentuman, dia mengaku melihat kabut, padahal biasanya tak pernah ada selain musim kemarau. Keterangan Rahmat jadi petunjuk penting tim Basarnas untuk menemukan serpihan dan jenazah.

Pukul 15.45 WIB

Badan SAR Nasional (Basarnas) menegaskan tak ada jenazah yang ditemukan dengan memakai pelampung. Hanya ada jenazah pria yang mengapung di dekat pelampung atau life jacket. Pernyataan ini membahas simpang siur kabar yang beredar di sejumlah media.

Pukul 15.43 WIB



 

Duka KBRI Canberra untuk Kevin Alexander Soetjipto, mahasiswa yang akan melanjutkan belajar di Australia. Kevin telah memegang visa mahasiswa dari Monash University. KBRI Canberra menyatakan duka mendalam karena kecelakaan ini. Identitas Kevin sudah dipastikan menjadi korban di dalam pesawat.

Pukul 15.18 WIB

CEO Maskapai AirAsia Tony Fernandes meninjau datangi Pusat Pencarian dan Evakuasi Pesawat AirAsia QZ8501. Ia datang untuk meninjau proses evakuasi dan bertemu dengan pihak-pihak yang berkepentingan dalam operasi SAR tersebut. Di sana, dia sempat memuji kinerja tim Basarnas dan TNI, Polri.

Pukul 15.12 WIB

Sejumlah negara mulai berdatangan dan menawarkan diri untuk membantu pencarian kotak hitam pesawat AirAsia QZ8501. Sejauh ini ada Inggris, Singapura dan Prancis.

Pukul 14.47 WIB

Dua jenazah yang berhasil dievakuasi dari KRI Bung Tomo di lokasi jatuhnya AirAsia di sekitar Selat Karimata, telah selesai dibersihkan di rumah sakit di Pangkalan Bun, Kalteng. Jenazah selanjutnya dibawa ke Surabaya.


Pukul 13.59 WIB

Komandan KRI Bung Tomo mengidentifikasi tiga jenazah berdasarkan identitas yang menempel di tubuh. Mereka adalah:

1. Hayati Lutfiah asal Tegalsari, Surabaya
2. Khairunisa Haidar Fauzi (22), pramugari
3. Kevin
4. Belum teridentifikasi karena jenazah tak dikenali.

Pukul 13.00 WIB

Mantan Dirjen Perhubungan Udara 2007-2009 Budhi M Suyitno membuat analisis kemungkinan bagaimana suasana saat pesawat jatuh. Dia menyebut tekanan udara di dalam kabin akan turun drastis. Alat bantu pernapasan memang akan turun, namun perubahan tekanan udara yang drastis tetap akan membuat penumpang hilang kesadaran.

 

Pukul 12.45 WIB


 

Helikopter Tim SAR mendarat di Bandara TNI AU Iskandar, Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, dengan membawa 2 kantong mayat warna hitam. Isinya, adalah dua jenazah yang dievakuasi dari perairan. Keduanya langsung dibawa ke RS Sultan Imanudin.


Pukul 12.38 WIB

Kepala Basarnas Marsyda F Henry Bambang Soelistyo menegaskan pencarian masih difokuskan kepada jasad korban penumpang AirAsia QZ8501. Hingga siang ini badan pesawat jenis airbus 320 ini belum juga ditemukan.

Pukul 12.34 WIB

Informasi terakhir komunikasi pilot AirAsia dengan ATC Jakarta perlahan terkuak. Informasi percakapan pilot dan ATC Jakarta ini dirangkum dari Plt Dirjen Perhubungan Udara Djoko Murjatmodjo, Direktur Safety dan Standard AirNav Indonesia Wisnu Darjono dan Dirut AirNav Indonesia Bambang Tjahjono. Percakapannya bisa dilihat di sini.

Pukul 11.43 WIB

KRI Bung Tomo kembali menemukan satu jenazah diduga penumpang AirAsia QZ8501. Jenis kelaminnya laki-laki. Dengan demikian, total korban saat ini yang dievakuasi adalah 7 orang. Semua berada di KRI Bung Tomo dan kondisinya masih utuh.

 

Pukul 10.37 WIB


 

Foto mengharukan dari salah satu awak pesawat di AirAsia QZ8501 Khairunisa Haidar Fauzi (22). Perempuan yang akrab disapa Nisa memposting foto 'I LOVE YOU FROM 38000 ft'.

Pukul 10.32 WIB

Sejumlah tim survei yang terdiri dari para pakar geodesi berangkat menuju perairan Selat Karimata dengan misi utama memetakan titik tepat tenggelamnya badan pesawat AirAsia QZ8051 dan mengambil data visual dari bawah laut. Untuk menyelesaikan misi itu, tim survei yang beranggotakan Ikatan Surveyor Indonesia dan Asosiasi Kontraktor Survey Laut Indonesia membawa sejumlah peralatan canggih yang biasa digunakan untuk pemetaan bawah laut.

Pukul 10.25 WIB

 

Foto Reuters tentang seorang pilot yang berdoa sebelum mencari pesawat AirAsia QZ8501 membuat haru dunia maya. Dia menjadi buah bibir karena aksinya mencerminkan kerja keras para anggota Basarnas mencari korban.

Pukul 10.00 WIB

Crisis center di Juanda akan dipindahkan ke Polda Jatim. Di sana, tim DVI sudah menyiapkan lemari pendingin dan kontainer untuk jenazah. Ratusan ambulans juga sudah disiagakan.

Pukul 09.00 WIB


 

Kisah persahabatan Tony Fernandes dan Richard Branson di tengah musibah bencana. Keduanya sama-sama mengalami peristiwa mengerikan terkait kecelakaan pesawat.


Pukul 08.30 WIB

Para penyelam dari TNI AL sudah siap mencari korban. Total ada puluhan personel dari TNI AL dan Marinir yang diterjunkan ke lokasi. Mereka siap menerjang lautan sedalam 30 meter untuk mencari korban. Berikut cara mereka bertahan.

Pukul 08.00 WIB

Basarnas kembali menemukan tiga jenazah tambahan yang terdiri dari dua laki-laki dan satu perempuan. Khusus perempuan itu dipastikan mengenakan pakaian pramugari. Dengan demikian total jenazah yang sudah dievakuasi hingga hari ini adalah 6 orang. Semua kini berada di KRI Bung Tomo.

Pukul 07.00 WIB

Total ada 17 helikopter, 9 pesawat dan 37 kapal yang dikerahkan untuk proses evakuasi. Itu belum ditambah bantuan dari armada luar negeri seperti 4 kapal, dua heli dan dua pesawat dari Singapura, satu pesawat dan kapal Malaysia.
Berikut area operasi hari ini:






Pukul 06.00 WIB

Area pencarian difokuskan di koridor V, tempat temuan jenazah dan serpihan. Lokasinya berada di perairan Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah. Namun karena cuaca hujan dan gelombang tinggi, kepala Basarnas Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas) Marsekal Madya TNI FH Bambang Soelistyo mengatakan pasukan berstatus wait and see.


Rangkuman upaya pencarian AirAsia di hari pertama dan kedua, bisa dilihat di sini. Untuk hari ketiga bisa dicek di sini.


(mad/ndr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed