detikNews
Jumat 14 November 2014, 19:02 WIB

Siswa SMA 109 Tewas karena Tawuran, Mendikbud: Harus Ditangani Secara Hukum

- detikNews
Siswa SMA 109 Tewas karena Tawuran, Mendikbud: Harus Ditangani Secara Hukum
Jakarta -

Seorang siswa SMA 109 Jakarta, Andi Audi Pratama (16) tewas akibat tawuran dengan SMA 60 Jakarta. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Bawesdan pun meminta agar kasus tersebut ditangani secara hukum.

"Perlu ketegasan, kekerasan itu tidak boleh ditoleransi. Ada konflik itu biasa tapi begitu ada kekerasan, sekolah harus menindak. Itu sudah terjadi dan jadi peristiwa hukum harus ditangani secara hukum," ujar Anies di kantor Kemendikbud, Senayan, Jakpus, Jumat (14/11/2014).

Menurut mantan Rektor Universitas Paramadina ini, perlu ada efek jera yang dilakukan terkait permasalahan tawuran. Permasalahan kekerasan disebut Anies harus dipangkas dari bibitnya ketika pelanggaran kecil-kecil muncul.

"Efek jeranya harus dibuat. Kalau melanggar maka ditindak. Dulu saya di kampus Paramadina kalau berkelahi langsung diskors, enggak penting yang mulai mukul siapa. Dua-duanya ikut mukul, dua-duanya ikut diskors. Jadi orang mau memukul jadi berpikir 2 kali," kata Anies.

"Pelanggaran kecil-kecil dibiarkan itu sedang menabung muncul pelanggaran besar. Pembiaran pelanggaran kecil itu sedang menanam bibit pelanggaran besar nanti panennya masuk berita koran. Saat masuk perhatian media sudah terlambat karena bibit-bibit itu dibiarkan jadi pangkas dibibitnya," sambungnya.

Sebagai tindakan preventif untuk mencegah terjadinya tindak kekerasan seperti tawuran, Anies menyatakan perlunya sinergi yang dilakukan orangtua dan guru di sekolah. Peran orangtua disebut Anies sangat penting terkait hal ini.

"Sebelum peristiwa itu terjadi itu masih masuk pendidikan. Tindakan preventifnya dari orangtua dan sekolah. Mengarahkan anaknya bila ada masalah mereka bisa mengelola dengan baik. Kesal, marah, ada outletnya. Ini bukan soal pelajaran, tapi soal perilaku. Dilihat dari contoh gurunya dan ketegasan hukuman," tutup Anies.

Tawuran antara pelajar SMA 60 dan SMA 109 Jakarta terjadi pada 7 November lalu di Simpang Pejaten Village, Jaksel. Andi tewas dikeroyok oleh sejumlah pemuda hanya karena persoalan sakit hati. Kejadian ini diprovokasi oleh akun twitter @jalurSMA yang mem-posting informasi mengenai tawuran pelajar SMA di Jakarta. Lewat akun tersebut, pelajar kedua sekolah itu janjian bertemu dan akhirnya bentrokan kembali terjadi.


(ear/rmd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com