DetikNews
Rabu 12 November 2014, 10:55 WIB

Ahok: Saya Dituduh Larang Potong Kurban, Padahal Saya Sendiri Berkurban

- detikNews
Ahok: Saya Dituduh Larang Potong Kurban, Padahal Saya Sendiri Berkurban
Jakarta - Plt Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tak habis pikir soal banyaknya tudingan yang mengarah pada dirinya. Salah satunya soal isu pelarangan pemotongan kurban yang sering disebut-sebut FPI tiap kali berdemo menolak Ahok jadi gubernur.

“Saya dituduh melarang pemotongan hewan kurban. Padahal saya sendiri keluar duit untuk berkuban," kata Ahok, saat membuka rapat kerja daerah MUI DKI Jakarta di Balai Kota, Rabu (12/11/2014).

Dia mengklarifikasi tudingan itu di hadapan puluhan anggota MUI. Menurutnya dia tidak pernah melarang penjualan dan pemotongan hewan kurban.

Namun jelang hari Raya Idul Adha lalu, dia memang meneken kebijakan untuk memusatkan penjualan dan pemotongan hewan di jalan Stainless, Tanah Abang. Tapi kebijakannya itu rupanya disalahartikan dan cenderung dijadikan alat untuk menyerangnya.

“Tanya pak Sekda, saya itu memindahkan pemotongan hewan kurban karena enggak mau orang tercemar penyakit yang mungkin ada. Di Arab Saudi saja, pemotongan hewan kurban itu diatur sedemikian rupa, tidak boleh dibuang sembarangan di pinggir jalan,” kata Ahok.

“Soal Ingubnya, itu juga sebenarnya sama aturannya dengan yang dibuat gubernur sebelumnya (Jokowi), masalahnya Ingub yang sekarang itu saya yang tanda tangani," kata Ahok.

Tudingan lain yang diungkapnya adalah soal pembongkaran masjid di TIM. Dia menyebut masjid itu dibongkar lantaran mau diperbesar. Namun ada saja oknum yang karena tujuan politik menyalahartikannya dan menyebut Ahok mau melakukan kristenisasi.

Menurutnya, fitnah yang rasis itu juga tak hanya dialaminya tapi juga dialami Jokowi saat maju bersama-sama dalam Pilkada DKI. Saat itu Jokowi dituding seorang Kristen dan bernama Herbertus Joko Widodo.

Dalam kesempatan itu, Ahok juga menyinggung soal perseteruannya dengan FPI. Ahok yang setiap tahun menyisihkan zakatnya, sering dianggap sebagai kafir yang banyak mengeluarkan kebijakan tak pro Islam.




(ros/fjr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed