DetikNews
Kamis 06 November 2014, 17:33 WIB

Rampas Helm 'Bagus', Remaja Bertato ini Tega Bacok Kepala Pemotor

- detikNews
Rampas Helm Bagus, Remaja Bertato ini Tega Bacok Kepala Pemotor (Foto: Angling AP/detikcom)
Semarang - Remaja berusia 17 tahun di Semarang dibekuk polisi karena menyabetkan pisau ke kepala pria yang sedang duduk di dekat Polder Tawang, Semarang Utara. Aksi itu dilakukan hanya gara-gara pelaku ingin merampas helm berwarna oranye milik korban.

Pelaku berinisial AB itu mengaku melakukan aksi hari Minggu (2/11/2014) lalu pukul 05.30 WIB. Saat itu AB yang ditemani rekannya Yahya Saputra (29) berkeliling menggunakan motor hingga akhirnya melintas di Polder Tawang.

"Saya muter-muter terus lihat orang nongkrong, helmnya bagus," kata AB di Mapolrestabes Semarang, Kamis (6/11/2014).

Dua pelaku langsung menghampiri korban yang bernama Khoirul Mustofa (19) dan rekannya. Ternyata korban tidak begitu saja memberikan helm yang diminta AB dan berusaha mempertahankan. Saat itu juga AB mengeluarkan pisau dari balik bajunya dan menyabetkan ke kepala korban.

"Saya sabetkan ke kepala," ujarnya.

Setelah helm yang diincar terjatuh dari tangan korban, AB segera mengambil. Namun mereka tidak langsung pergi, tersangka Yahya mengambil pisau yang dibawa AB dan menyabetkan ke punggung korban.

Peristiwa tersebut langsung dilaporkan ke Mapolsek Semarang Utara. Tidak lama setelah itu sekitar pukul 08.00, dua pelaku berhasil dibekuk. Sedangkan korban mendapat 15 jahitan di kepala akibat tebasan pisau.

Dari pengakuannya kepada polisi, ternyata remaja bertato itu sudah pernah melakukan aksi serupa di wilayah Semarang Timur. Saat itu ia berhasil merampas helm korban sehingga dia percaya diri untuk melakukan aksi kedua.

"Yang pertama helmnya saya pakai sendiri. Yang kedua ini rencananya dijual buat jajan," pungkas AB.

Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Djihartono mengatakan pelaku memang dikenal sadis dan meresahkan masyarakat. Keduanya dijerat pasal 365 KUHP tentang pencurian disertai kekerasan dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara.

"Untuk yang di bawah umur, hakim tetap yang memutuskan, kamu membuktikan unsur-unsur pidana. Mereka ini meresahkan," kata Djihartono.


(alg/try)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed