detikNews
Rabu 05 November 2014, 11:47 WIB

Cerita Soal Kebo Bule yang Dianggap Keramat di Solo dan Akhirnya Mati Ditombak

- detikNews
Cerita Soal Kebo Bule yang Dianggap Keramat di Solo dan Akhirnya Mati Ditombak
Jakarta -

Kebo bule yang dipanggil Bagong dan dianggap pusaka keramat Kraton Solo tewas ditombak. Ada orang iseng yang menusuk lambung hewan itu hingga akhirnya Si Bagong yang juga kerbau keturunan Kyai Slamet itu tewas.

"Langsung dimakamkan tadi malam di Alun-alun Selatan. Meskipun selama ini dia tidak tinggal bersama yang lain di sini, namun sesuai tradisi semua kerbau keturunan Kyai Slamet yang meninggal selalu dimakamkan di sini dengan perlakuan khusus," ujar Satryo Hadinagoro, salah satu kerabat Keraton Surakarta, Rabu (5/11/2014).

Kebo bule ini memang mendapat perlakuan khusus. Bagi masyarakat Solo dan sekitarnya, kebo ini dianggap keramat dan disucikan.

Tak heran kalau setiap malam tahun baru Islam 1 Muharam, kebo bule ini salah satu yang dikirab. Ribuan warga Solo dan sekitarnya, termasuk turis asing, berdesakan di jalan-jalan sekitar kraton untuk menontonnya.

Dari berbagai sumber, salah satunya tertuang dalam Babad Solo yang ditulis Raden Mas Said, disebutkan bahwa nenek moyang kebo bule adalah binatang kesayangan Sri Susuhunan Pakubuwono II.

Bila dilihat kebo ini memang unik dan lain daripada yang lain. Kebo ini adalah hadiah dari Bupati Ponorogo untuk Sri Susuhunan Pakubuwono II. Selain kebo, sang bupati juga memberikan pusaka yang bernama Kyai Slamet.

Kebo bule hadiah itu adalah pasangan dengan bagi pusaka Kyai Slamet. Karena itulah kebo itu kemudian disebut kebo bule Kyai Slamet. Setiap malam satu suro itu kebo yang pernah dilibatkan Pakubuwono II mencari tempat lokasi keraton ini diarak, banyak warga yang hendak menyentuhnya berharap berkah.

Kebo bule ini beranak pinak. Keturunannya tetap dirawat dan juga tetap dianggap keramat. Salah satunya keturunan kebo bule Si Bagong itu.

Sekitar dua pekan lalu, Bagong menjadi korban orang iseng. Dia diketemukan terluka parah di bagian lambung akibat tertusuk benda tajam. Di sekitar lokasi tidak diketemukan benda yang digunakan untuk menusuk, namun melihat lukanya yang dalam dipastikan benda yang dipakai untuk melukai adalah benda tajam.


(ndr/mad)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com