DetikNews
Rabu 15 Oktober 2014, 17:09 WIB

Tolak Pemberlakuan Hukuman Mati di Indonesia, Ini Alasan Komnas HAM

- detikNews
Tolak Pemberlakuan Hukuman Mati di Indonesia, Ini Alasan Komnas HAM
Jakarta - Salah satu isu kursial dalam RUU KUHP mengenal hukuman mati yang dicantumkan sebagai ancaman hukuman pidana. Komnas HAM sendiri menolak pemberlakuan hukuman mati di Indonesia.

"Pemberian hukuman terhadap suatu kejahatan sebagai salah satu upaya memberikan efek jera, sehingga mencegah terjadi tindak pidana dengan menegakan norma hukuman demi pengayoman masyarakat. Pemidanaan juga tidak ditujukan untuk menceritakan dan merendahkan martabat manusia," ujar Komisoner Komnas HAM Roichatul Aswidah dalam diskusi Menuju Penghapusan Hukuman Mati di Indonesia di kantornya Jalan Latuharhary No 34, 4B Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (15/10/2014).

Menurutnya proses keadilan yang tak seimbang di negara ini membuat hukuman mati menjadi tidak adil. Hal itu berdasarkan temuan dari Komnas HAM di lapangan.

"Hingga saat ini proses keadilan dari hulu hingga hilir tidak mencerminkan proses keadilan karena kami masih menemukan adanya penyiksaan yang dialami pelaku saat proses penyidikan hingga akhirnya berakhir di penjara. Seperti kasus WNA yang kedapatan narkotika ketika proses penyidikan tidak diberikan penerjemah bahakan kami menemukan adanya proses perendahan martabat bagi pelaku prempuan," tuturnya.

Selain itu maraknya mafia peradilan yang tidak memberikan keadilan. Komnas HAM merekomendasikan penolakan hukuman mati.

"Tentu kedepan kita harus bisa merumuskan bersama jenis hukuman yang dapat memberikan efek jera tetapi tidak merampas hak hidup seseorang," tuturnya.

Ia mengatakan ketentuan hukuman mati harus dirumuskan secara khusus dengan penerapan yang selektif. Hal ini dikarenakan dalam RUU KUHP setidaknya masih terdapat 11 jenis pidana yang diancam hukuman mati.

"Sehingga tidak sesuai dengan klausul dalam pasal 6 ayat 2 ICCPR, bahwa penerapan hukuman mati oleh negara-negara yang belum menghapuskan hukuman mati hanya untuk beberapa kejahatan yang paling serius the most serious crime dan dilakukan untuk situasi khusus," ungkapnya.


(edo/ndr)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed