detikNews
Kamis 25 September 2014, 12:44 WIB

Seleksi Menteri Detikcom

Bisakah 3 Calon Menkominfo ini Mencegah Kiamat Internet di Indonesia?

- detikNews
Bisakah 3 Calon Menkominfo ini Mencegah Kiamat Internet di Indonesia?
Jakarta -

Sejumlah penyelenggara jasa internet (ISP) tengah was-was menjalankan bisnis internet sehingga memperingatkan kemungkinan datangnya kiamat internet. Musababnya, Mahkamah Agung menolak kasasi yang diajukan mantan Direktur Utama Indosat Mega Media (IM2) Indar Atmanto. Di MA hukuman Indar justru diperberat dari 4 tahun menjadi 8 tahun penjara.

Tak mau ikut masuk penjara, mereka pun menginginkan kepastian status lisensi yang mereka miliki di mata hukum. Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) bersama dengan komunitas internet lainnya berupaya mencari kepastian hukum dengan menyurati Kementerian Kominfo dan Mahkamah Agung (MA).

"Kalau ternyata fatwa MA berlaku sama untuk semua, kami akan taat hukum. Internet akan kami matikan. Ini bukan bentuk protes, tapi kami tidak mau menjadi napi (seperti Indar). Daripada masuk penjara, lebih baik kami matikan saja koneksi internetnya," kata Semmy Pangerapan, Ketua Umum APJII.

Kini salah satu harapan agar internet di Indonesia tidak mati, ada di tangan Menteri Komunikasi dan Informatika. Siapa calon Menkominfo yang bisa mencegah matinya internet di Tanah Air?

Ada tiga nama diunggulkan oleh Tim Pakar dan Kelompok Kerja Seleksi Menteri detikcom. Ketiganya adalah, Gatot S Dewobroto, Ilham Habibie, dan Richardus Eko Indrajit.

Hasil polling sementara yang digelar sejak 12 September lalu hingga hari ini menunjukkan, Ilham Habibie unggul dari dua kandidat lainnya. Ilham memperoleh 52 persen dukungan. Sementara Gatot 27 persen, dan Richardus 22 persen dukungan.

Ilham Habibie (51 tahun) menyelesaikan studinya di Jerman, Amerika Serikat, Prancis, dan Singapura. Setelah itu dia pun mendirikan PT ILTHABI dan menjadi CEO di berbagai perusahaan. Beberapa bulan terakhir ini pun namanya kembali muncul terkait rencana produksi pesawat R80 yang merupakan 'the next N250'. Pada Agustus 2014 lalu, Wali Kota Bandung melantik Ilham Habibie menjadi Ketua Dewan Pengembangan Bandung Kota Cerdas.

Kandidat berikutnya adalah Gatot Sulistiantoro Dewa Broto yang lama berkarir di Kominfo dengan jabatan terakhir Kepala Pusat Informasi dan Humas Kementerian. Kini, pria berusia 53 tahun ini menjabat sebagai Deputi Bidang Harmonisasi dan Kemitraan Kemenpora. Pemegang gelar master dari Queensland University ini mendapat penghargaan Golden Winner for Government Category on Public Relations dari SWA Media Group sebanyak 5 kali.

Adapun Richardus Eko Indrajit saat ini memang tercatat sebagai staf khusus Menteri Pemuda dan Olah Raga. Hanya saja kiprah jebolan Harvard ini di dunia TIK tak perlu diragukan. Eko merupakan ketua pengawas internet Indonesia (Indonesia Security Incident Response Team on Internet Infrastructure/Id-SIRTII), konsultan TI, akademisi, serta aktif di berbagai asosiasi TI.

Ketiga nama ini disepakati oleh Tim Pakar Seleksi Menteri detikcom yang dipimpin oleh Mantan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Chandra Martha Hamzah, dengan empat anggota yakni pakar hukum tata negara Refly Harun, pakar komunikasi dan motivator Aqua Dwipayana, pakar teknologi informasi Onno Widodo Purbo, dan pakar ekonomi Fauzy Ichsan serta tim Pokja Redaksi. Kesepakatan pengusulan dibuat dalam diskusi pada Kamis (11/9/2014) lalu.


(erd/nrl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed