DetikNews
Selasa 23 September 2014, 04:23 WIB

Bule AS Ini Rela Berjualan Burger di Pinggir Jalan Demi Kesembuhan Istri

- detikNews
Bule AS Ini Rela Berjualan Burger di Pinggir Jalan Demi Kesembuhan Istri Glenn rela berjualan di pinggir jalan demi istri yang menderita kanker (Arbi/detikcom)
Banyumas -

Glenn Allan McGrew II (47), seorang bule asal Amerika Serikat dan sang Istri Purwita Wijayanti (34) terlihat sangat sibuk melayani puluhan pembeli burger dan donat yang semakin ramai memadati tempat usahanya di sebuah trotoar sempit di pojokan gang pasar Kober, Kelurahan Kober, Kecamatan Purwokerto Barat, Banyumas, Jawa Tengah.

Tempat usahanya yang dia buka sejak pukul 16.00-21.00 WIB tersebut sangat sederhana, hanya terdapat dua buah meja yang digunakan untuk menaruh donat dan burger serta menaruh sebuah kompor gas untuk memanggang burger buatannya sendiri. Namun hanya dalam waktu 1,5 jam, 75 burger dan 60 donat ludes terjual.

Maklum, makanan yang dia buat sendiri tersebut terbilang sangat murah, untuk burger saja dia hargai Rp 7.000 ukuran sedang dan Rp 10.000 untuk ukuran besar. Sedangkan donat dia hargai Rp 2.500-3.500 per buahnya.

"Ini rekor Muri, Kadang serbuan tapi tidak secepat ini," celetuk Glenn melihat dagangannya habis terjual cepat, Senin (22/9/2014) sore.

Mungkin sangat jarang melihat seorang bule berjualan burger dan donat dipinggir jalan sebuah pasar tradisional di Indonesia. Tapi jika diamati lebih jeli, ada yang unik pada papan putih menu usahanya yang hanya ditulis dengan sebuah spidol hitam dipojokan tempat usahanya tersebut. 'Mohon doakan istriku yang sakit, Terima Kasih!!', begitu bunyi pesannya.

Glenn merupakan warga Amerika Serikat yang sudah menikah sejak 2003 lalu dan dikaruniai dua orang anak Jasmine Wijayanti McGrew (9) dan Iregi Druman Rasyid McGrew (5). Sejak sang istri di vonis sakit kanker Serviks stadium II B, Glenn jadi tidak tega melihat istrinya menjalani usahanya sendiri dan mulai ikut membantu sang istri sambil terus menyemangatinya.

"Jadi saya hanya bisa sekedar membantu istri berjualan. Karena biasanya saya tidak terlalu sering dipanggil ke Unsoed dan Al Irsyad untuk mengajar sebagai guru panggilan," kata Glenn usai melayani seluruh pembeli.

Dia menjelaskan, saat dirinya menulis dipapan untuk memohon doa demi kesembuhan istrinya tersebut, tak terpintas sedikitpun niat untuk mencari uang dan memohon belas kasihan pada orang-orang untuk berobat sang istri. Yang dia inginkan hanyalah membantu sang istri dan terus menyemangatinya serta memohon doa dari semua pembeli burger dan donat ditempat dia berjualan.

"Saya hanya ingin orang mau mendoakan istri saya, mungkin orang-orang lain 'wah kamu mencari perhatian'. Saya tidak mencari perhatian, saya hanya ingin ada dukungan dari orang-orang yang mau melibatkan Tuhan dan ternyata ada yang salah artikan itu. Sampai ada yang mau mengumpulkan dana," jelas dia yang terlihat sangat romantis dengan sang istri.

Meskipun sang istri memang harus membutuhkan biaya banyak untuk menjalani kemoterapi dan radio terapi selama proses penyembuhan dari kanker serviks yang diderita, namun lagi-lagi dia menegaskan jika peran dia membantu sang istri berjualan hanya untuk menyemangatinya menjalani kesibukannya agar sang istri tidak terlalu memikirkan apa yang sedang dia derita.

"Maaf ya, saya hanya ingin orang terima dengan arti yang saya maksudkan, karena orang suka salah artikan," kata dia yang kadang memberikan humor pada sang istri agar tertawa.

Selain menjadi guru les dan guru panggilan di perguruan tinggi dan sekolah-sekolah di Kota Purwokerto. Glenn juga sedang menulis sebuah buku tentang pendidikan di Indonesia yang sudah dia tulis sejak 2006 lalu. Namun sejak mengetahui istrinya tersebut sakit, niat untuk meneruskan menulis buku dia urungkan demi kesembuhan sang istri.

"Ketika saya tahu istri saya sakit, mau tidak mau, buku saya harus tunggu, walupun menurut saya buku itu penting untuk pendidikan Indonesia maupun dunia, tapi saya wajib kasih dukungan pada istri saya," ungkapnya.

Usaha sederhana berupa burger dan donat yang dijalani pasangan tersebut dimulai sejak pertengahan ramadhan lalu. Berawal hanya untuk dijadikan takjilan berbuka puasa, malah makin banyak yang menyukai makanan yang dibuat oleh mereka.

"Tadinya tinggal di Baturaden, tapi untuk usaha di sana tidak cocok, jadi kita pindah ke Kober. Yang buat Glenn sendiri. Kalau pagi dia ke Pasar Wage untuk belanja beli daging cincang," kata sang istri Purwita.

Sejak mengetahui dirinya divonis kanker serviks. Sang suami, Glenn selalu menghibur dan meminta Purwita agar rajin berobat ke rumah sakit agar penyakitnya tersebut bisa segera disembuhkan.

"Saya tahu tanda-tanda kanker dari internet, lalu saya coba berobat, ternyata benar saya kena kanker. Makanya sekarang saya bawa semangat dan senang-senang aja biar tidak kepikiran," ujar Purwita.

Purwita mengungkapkan jika dirinya harus menjalani Kemoterapi sebanyak 6 kali dan diselingi dengan radioterapi minimal 26 kali serta radioterapi bagian dalam sekitar 3-4 kali di luar kota Purwokerto. "Besok pagi harus ke Rumah Sakit Margono untuk di sinar," jelasnya.

Sementara menurut Gowo, tetangga Glenn, pria asal negeri paman Sam tu merupakan warga yang sangat ramah dan apa adanya. Meskipun dia bule dari luar negeri, namun dikalangan warga sekitar, Glenn termasuk warga yang mudah bergaul. Bahkan kalau sudah menyuruh anaknya shalat dan mengaji Glenn sangat tegas.

"Wah anaknya pintar-pintar mengajinya, kalau dia sudah suruh ya anaknya pada nurut. Dia juga mudah bergaul di lingkungan sini," ungkapnya.

  • Bule AS Ini Rela Berjualan Burger di Pinggir Jalan Demi Kesembuhan Istri
    Glenn rela berjualan di pinggir jalan demi istri yang menderita kanker (Arbi/detikcom)
  • Bule AS Ini Rela Berjualan Burger di Pinggir Jalan Demi Kesembuhan Istri
  • Bule AS Ini Rela Berjualan Burger di Pinggir Jalan Demi Kesembuhan Istri
  • Bule AS Ini Rela Berjualan Burger di Pinggir Jalan Demi Kesembuhan Istri

(arb/vid)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed