detikNews
Selasa 05 Agustus 2014, 12:10 WIB

Cerita Ahok Soal Satam, Batu Akik Khas Belitung Timur

- detikNews
Cerita Ahok Soal Satam, Batu Akik Khas Belitung Timur
Jakarta - Hobi mengoleksi cincin yang berhiaskan batu akik kini tengah menjadi fenomena. Hobi ini digandrungi mulai dari orang biasa hingga para pejabat.

Salah satunya seperti yang diceritakan oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Menurutnya batuk akik atau batu permata bukan hal yang aneh baginya. Ahok mengaku memiliki banyak batu akik khas Pulau Belitung yang bernama Batu Satam.

"Batu Satam itu cuma ada di Belitung Timur, itu dari tambang yang asalnya dari meteorid jatuh," kata Ahok kepada detikcom di kantornya, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa (5/8/2014).

Ahok mengatakan, di rumahnya di Belitung Timur dia memiliki banyak batu Satam. Sebab memang di sanalah pusat batu Satam berada. Biasanya Ahok menjadikan batu tersebut sebagai hiasan cincin.

"Saya punya banyak (batunya), saya jadiin cincin," ucap Ahok.

 Sayangnya Ahok tidak terlalu suka memakai cincin, sehingga batu yang dimilikinya seringkali diberikan kepada rekan yang hobi mengkoleksi batu cincin.

"Saya enggak suka pakai cincin jadi saya juga sering kasihkan ke pejabat yang suka," ucap Ahok tanpa merinci siapa pejabat yang menerima cincin darinya.

Dilansir oleh situs wisata jelajah belitung.com dijelaskan bahwa batu Satam merupakan batu Meteor yang terbakar atau pecah di angkasa yang kemudian jatuh ke bumi dan mengendam jutaan tahun lamanya. Batu ini berwarna hitam dan konon katanya hanya ada di Pulau Belitung. Harga batu ini berkisar diangka ratusan ribu rupiah.

Nama Batu Satam berasal dari bahasa Tiongkok yang terdiri dari dua suku kata yakni SA artinya pasir dan TAM berarti empedu. Batu ini memiliki ciri-ciri bulat ,lonjong dan ada yang berbentuk tak beraturan atau dalam bentuk sudah pecah atau terbelah yang akrab di sebut dengan suiseki. Ciri khas batu ini adalah pada permukaan batu memiliki goretan yang terukir secara alami yang tergesek melalui arus air di bawah tanah pada lapisan tanah dengan kedalaman kurang lebih 50 meter.

Kabar yang beredar di masyarakat, batu ini berfungsi sebagai penawaran racun dan memiliki kekuatan majik. Karena keunikan dan kelangkaanya, batu ini dijadikan sebagai batu permata dan dibuat sebagai perhiasan cincin, bros dan kalung. Bahkan ada yang dibuat sebagai hiasan tongkat komando. Saat ini batu Satam biasa dijadikan oleh-oleh atau cendramata khas Pulau Belitung.


(slm/ndr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com