DetikNews
Minggu 04 Mei 2014, 16:09 WIB

100 Tahun Stasiun Tawang, Rob dan Banjir Masih Mengancam

- detikNews
100 Tahun Stasiun Tawang, Rob dan Banjir Masih Mengancam Stasiun Tawang (Foto: Angling/detikcom)
Semarang - Stasiun Tawang Semarang merupakan salah satu bangunan bersejarah milik PT Kereta Api Indonesia. Bangunan yang didirikan oleh Belanda itu kini sudah berusia 100 tahun sejak peresmian pada tahun 1914. Meski demikian rob dan banjir semakin menjadi ancaman untuk stasiun yang berada di kawasan kota lama tersebut.

Stasiun Tawang merupakan salah satu stasiun tertua yang awalnya melayani jurusan Semarang-Tanggung Grobogan. Stasiun yang dirancang oleh Sloth-Blauwboer itu sebenarnya tidak berhubungan dengan Stasiun Poncol Semarang karena berbeda perusahaan. Kemudian saat Jepang masuk ke Indonesia, dua stasiun tersebut dihubungkan.

Bangunan inti dan desain Stasiun Tawang tidak berubah sejak 100 tahun lalu, bahkan akhir-akhir ini PT KAI melakukan rehabilitasi dan mengembalikan fungsi asli dari hall yang sempat digunakan untuk loket.

Namun bangunan bernilai sejarah tinggi itu terancam dengan adanya rob dan banjir yang kerap terjadi. Berbagai upaya seperti menyiapkan pompa sudah dilakukan, bahkan rel kereta di Stasiun Tawang sudah ditinggikan 1,5 meter dari ketinggian awal karena banjir yang semakin berbahaya jika musim hujan tiba.

Untuk memperingati 100 tahun Stasiun Tawang, PT KAI Daop IV menggelar berbagai kegiatan seperti menanam 5.000 mangrove di tambak yang dekat dengan rel di daerah Ronggowarsito serta membagikan stiker himbauan berhati-hati di perlintasan kereta kepada warga.

"Dengan penanaman mangrove di kanan dan kiri rel ini semoga bisa mengurangi dampak rob. Kalau rel tergenang 1 cm sampai 5 cm masih tidak apa-apa," kata Kepala PT KAI Daop IV, Wawan Ariyanto di rel Ronggowarsito tidak jauh dari Stasiun Tawang Semarang, Minggu (4/5/2014).

Kondisi Stasiun Tawang ketika dilanda banjir memang cukup memperihatinkan. Air akan masuk ke dalam hall bahkan ruang kantor hingga ketinggian selutut orang dewasa. Pegawai Stasiun Tawang pun harus mengevakuasi peralatan kantor ke peron yang lebih tinggi.

Sementara itu Direktur Heritage PT Kai, Ella Ubaidi mengatakan bangunan Stasiun Tawang sudah direhabilitasi untuk mengembalikan keaslian bangunan. Rehabilitasi terakhir yaitu mengembalikan fungsi asli hall dan memindahkan loket di bagian kanan diluar hall.

"Sudah direhab dikembalikan aslinya, tadinya kan pengap," ujar Ella.



  • 100 Tahun Stasiun Tawang, Rob dan Banjir Masih Mengancam
    Stasiun Tawang (Foto: Angling/detikcom)
  • 100 Tahun Stasiun Tawang, Rob dan Banjir Masih Mengancam
    Stasiun Tawang (Foto: Angling/detikcom)
  • 100 Tahun Stasiun Tawang, Rob dan Banjir Masih Mengancam
    Penanaman mangrove (Foto: Angling/detikcom)
  • 100 Tahun Stasiun Tawang, Rob dan Banjir Masih Mengancam
    Penanaman mangrove (Foto: Angling/detikcom)

(alg/sip)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed