detikNews
2014/03/11 10:14:51 WIB

Jasa Penggerak Massa

3 Perilaku Nyeleneh Calon Wakil Rakyat

- detikNews
2 Menggunakan Massa Bayaran
Halaman 3 dari 8
3 Perilaku Nyeleneh Calon Wakil Rakyat Pemesanan atribut partai meningkat menjelang kampanye pemilu 2014. (Foto-Rachman/detikcom)

Fenomena penggunaan jasa penggerak massa marak saat kampanye pemilihan umum, termasuk menjelang pesta lima tahunan 2014 ini.  Pemesannya bisa dari partai atau calon anggota legislatif sendiri. Kandidat wakil rakyat berlomba mengumpulkan massa dalam jumlah banyak.



Mereka menganggap dengan mendatangkan ratusan bahkan ribuan massa bisa mempengaruhi calon pemilih. Fenomena inilah yang kemudian dijadikan oleh sejumlah orang sebagai peluang. Bahkan menurut seorang praktisi di sebuah lembaga survei yang tidak mau disebutkan namanya, ada juga konsultan politik yang ikut menyediakan jasa penggerak massa.



Dia mengakui bahwa mengerahkan massa dalam jumlah banyak dilakukan sebagai salah satu upaya kapitalisasi di media massa. Meski mengatakan praktik ini sebenarnya tidak terlalu perlu namun dibutuhkan agar kampanye itu diliput oleh media.

Fakta itulah yang menurut dia akhirnya memunculkan hubungan simbiosis mutualisme antara politisi dan seseorang ataupun konsultan politik. Jasa penggerak massa pun panen uang saat musim kampanye datang.

Padahal menurut pengamat politik dari Universitas Gadjah Mada Yogyakarta Ari Dwipayana, kampanye dengan cara memobilisasi massa dalam jumlah banyak tidak efektif untuk mendulang perolehan suara.

“Apalagi jika dilakukan dengan cara berbayar, ongkos, itu tidak efektif untuk mempengaruhi pilihan publik,” kata Ari saat berbincang dengan detikcom, Senin (10/3).


Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed